Kabardewata.com

Pariwisata

Konvensi GIPI Bali II 2016

Kategori Pariwisata, May 16, 2016, Dilihat sebanyak 193 kali, Post oleh Admin Kabardewata


T‎jokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, Ketua BPPD Bali, menuturkan jika dilihat sekarang ini pariwisata Bali mengalami dinamika yang sangat pesat sekali sehingga GIPI yang merupakan mitra pemerintah dalam rangka menyusun konsep-konsep makro Bali kedepan mempunyai satu alat indikator atau parameter guna menentukan mana yang salah atau benar.‎

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali mengharapkan agar kepengurusan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali yang baru mulai memikirkan cetak biru (blueprint) sebagai pedoman akan dibawa ke mana Bali dalam 30 tahun atau 50 tahun lagi ke depan.

‎“Blueprint inilah yang digunakan sebagai rujukan GIPI Bali dalam bekerja kedepan, serta bagaimana dengan masing-masing kepala daerah juga bekerja. Kami juga mengharapkan nantinya pengurus GIPI Bali yang akan datang dapat lebih paham akan pariwisata dan budaya, serta punya aksesibilitas pada pariwisata terutama penentu kebijakan-kebijakan pariwisata Bali yakni pemerintah baik provinsi, pusat, maupun kabupaten,” paparnya di Denpasar.‎

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga mengharapkan agar pariwisata kedepan juga mempunyai aksesibilitas kepada pelaku-pelaku budaya yang tergabung dalam Desa Pakraman serta lebih sering melakukan koordinasi bagaimana membawa Bali ke depan.

“Sehingga blueprint yang dirumuskan telah disepakati bersama dan dijadikan pedoman ke depan mana yang boleh atau tidak boleh, misalnya apa yang boleh dikembangkan di Tabanan, apa yang sebaiknya dikembangkan di Bangli, dan lain sebagainya serta akan menjadi rujukan masing-masing kabupaten,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam pengembangan destinasi, GIPI Bali bersama dengan stakeholder yang bersangkutan diharapkan bisa lebih meningkatkan kemampuannya dalam melihat, membina masing-masing objek kemudian memberikan suatu penilaian, penghargaan, dan pembinaan ketika dianggap belum layak untuk ditampilkan.

“Jika hal tersebut tidak diperhatikan atau hanya sekedar ditampilkan saja, kami khawatir akan menjadi bumerang suatu hari,” ujarnya.‎


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image