Kabardewata.com

Pariwisata

Front Liner Kunci Penting di bisnis Pariwisata

Kategori Pariwisata, February 10, 2019, Dilihat sebanyak 325 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Di dunia pariwisata keberadaan receptionist atau front liner merupakan sentra utama bagi perkembangan hotel maupun villa. Karenanya pengetahuan dan kesigapan seorang receptionist sangat diperlukan di zaman saat ini.

Memasuki era industri 4.0, persaingan kedepan akan semakin sulit. Sementara, Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan utama tentu harus terus melakukan pembenahan.

Dalam hal ini, pelayanan merupakan yang paling penting dalam sektor pariwisata ini. Front Liner menjadi kunci awal kesuksesan bisnis pariwisata. Karena tamu yang datang pertama kali akan berhadapan dengan front liner atau front office (FO).

Maka dari itu perlu peningkatan kualitas SDM di bidang front liner atau FO. Presiden of Indonesia Hotel Front Liner Association (HFLA) Endy Hermawan mengatakan, ke depan ia akan memberikan panduan standar yang sama rata di setiap daerah di bidang front liner. Saat ini ada 1.500 tenaga FO di seluruh Indonesia.

Sementara di Bali sendiri ada 138 FO yang sudah bergabung di HFLA. Setiap tahunnya ada penambahan 10 persen-15% persen. “Jumlah 138 sekarang ini masih kecil dibandingkan dengan jumlah hotel saat ini,” ujar FO The Royal Santrian Luxury Beach Villa ini.

Ia berharap, dengan wadah asosiasi, peningkatan SDM di bidang front liner dapat menjadikan FO Indonesia, khususnya Bali, berkompetisi dan bersaing menghadapi ASEAN Free Trade.

“Kompetitor memang belum muncul. karena Bali masih menjadi nomor satu. Mungkin beberapa tahun lalu 10-5 tahun pengusaha hotel masih menggunakan tenaga orang asing, tapi sekarang banyak orang lokal yg menduduki posisi tersebut. tingkat kepercayaan owner terhadap pekerja bali semakin meningkat,” jelasnya di sela-sela Indonesia Hotel Front Liners Association National Conference yang pertama di Denpasar (9/02/2019).

Pengurus BPD PHRI Bali sekaligus advisor HFLA Bali I Wayan Sugita, Amd.Par., SS. mengatakan, SDM adalah hal yang terpenting dalam bisnis pariwisata. Sebab, diperlukan pelayanan yang terbaik untuk tamu, selain produk yang berkualitas.

Ia berharap melalui asosiasi seperti HFLA dapat meningkatkan kualitas SDM pariwisata. “Karena tamu yang datang pada awalnya dengan kondisi hati tidak baik, dengan pelayanan pertama yang diberikan front liner, maka suasana hatinya bisa berubah. Sehingga image hotel tergantung dari front liner dan komponen SDM yang lain,” jelasnya  


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image