Kabardewata.com

Pariwisata

BI Proyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Capai Rp 3,17 Triliun

Kategori Pariwisata, June 09, 2017, Dilihat sebanyak 150 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, memproyeksikan kebutuhan uang tunai masyarakat di Bali jelang hari raya Idul Fitri 2017 Rp 3,17 triliun. Terdiri dari kebutuhan uang pecahan besar (UPB) Rp 2,98 triliun, dan uang pecahan kecil (UPK) sebesar Rp 184 miliar. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, memproyeksikan outflow atau uang keluar ini naik 11,8 persen dari tahun sebelumnya Rp 2,84 triliun. “Kenaikan outflow ini, dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya rangkaian hari libur Lebaran yang bertepatan dengan pembayaran gaji bagi PNS/TNI/Polri. Serta jumlah hari libur yang lebih banyak yakni 9 hari dibandingkan tahun 2016 yang hanya 6 hari, serta dengan hadirnya uang Rupiah tahun edaran 2016 yang baru,”.

Pria yang akrab disapa Cik ini, menjelaskan guna menyediakan uang kartal, KPwBI Bali telah mempersiapkan persediaan uang kartal sebesar Rp 5,01 triliun. Angka ini terdiri dari uang pecahan besar Rp 4,63 triliun dan UPK sebesar Rp 378 miliar. “Persediaan ini meningkat 12,8 persen, dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,44 triliun,” imbuhnya. Hal ini, kata dia, dalam rangka mendukung konsistensi implementasi service culture kepada masyarakat sebagai pengguna (end user) uang kartal. Untuk itu, KPwBI Bali bersama perbankan telah mempersiapkan beberapa strategi pemenuhan uang ke masyarakat jelang Idul Fitri 1438 Hijriyah. Diantaranya dengan peningkatan jumlah dan sebaran loket layanan pemenuhan uang kepada masyarakat baik melalui program card to cash, book to cash, maupun penukaran dan optimalisasi kegiatan kas keliling bersama perbankan.

“Kami mengusulkan untuk meningkatkan jumlah loket layanan pemenuhan uang Rupiah ke masyarakat, baik melalui program card to cash, atau book to cash,” jelasnya. Ada 184 titik lokasi sebaran loket, yang dilakukan mulai 12-23 Juni 2017, jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 98 loket. “Selain itu akan ada kas keliling bersama perbankan yang memiliki kendaraan kas, seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, Permata, Maybank, CIMB Niaga, BJB, BPD Bali, dan Bank Mualamat mulai tanggal 14-23 Juni 2017 sebanyak 8 kali,” katanya. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perbankan ini, untuk membahas teknis kegiatan kas keliling yang dimaksud. Kas keliling bersama perbankan tahun lalu, imbuh dia, dilakukan di beberapa titik strategis seperti Lapangan Puputan Badung di depan Museum Bali dengan 4 loket per hari. Sedangkan untuk tahun ini, kas keliling bersama perbankan akan tetap dilaksanakan di Lapangan Puputan. “Namun kami usulkan ditambah area lokasi layanan penukarannya. Rencananya di area Sentral Parkir Kuta, untuk meningkatkan sebaran layanan kas keliling kepada masyarakat dengan menyasar kawasan pariwisata,” katanya.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image