Angkasa Pura I Punya Tarian Maskot Bandara I Gusti Ngurah Rai

Angkasa Pura I Punya Tarian Maskot Bandara I Gusti Ngurah Rai

Denpasar –Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai selain sebagai pusatpelayanan moda

transportasi udara, secara tidak langsung juga merupakan salah satu destinasi wisata di

provinsi Bali. Sebagai pintu gerbang utama, nuansa keindahan dan citra Bali akan dirasakan

pertama kali oleh wisatawan ketika menginjakkan kaki di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Beranjak dari situlah, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan menggandeng

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merancang tarian khusus sebagai maskot atau ciri

khas Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Kami sadar betul kekuatan alam dan budaya Bali, karenanya kami ingin menuangkan suatu

kreasi gerak yang nantinya akan dijadikan salah satu maskot atau icon Bandara I Gusti

Ngurah Rai’ ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi.

Tarian yang diberi nama Sekar Angkasa Pura Satu ini berstruktur “tri angga” yaitu Pepeson

(kepala) yang menggambarkan salam selamat datang, bagian Pengawak (badan)

menunjukkan wejangan para pemimpin dalam mengelola bandara untuk memberikan

layanan prima kepada pengguna jasa dan ditutup dengan Pengencet(kaki) yang

mencerminkan kesigapan dan profesionalitas para petugas bandara.

Tari Sekar Angkasa Pura Satu yang beranggotakan 5 orang penari yang juga adalah pegawai

Angkasa Pura ini adalah buah kreasi dari Tjokorda Istri Putra Padmini sebagai koreografer

dan I Nyoman Winda selaku Komposer. Diluncurkan di Institut Seni Indonesia Denpasar,

baru-baru ini.

“Sebagai wujud pelestarian budaya Bali, kami senang dan bangga bisa memiliki tarian

khusus yang akan kami jadikan sebagai maskot bandara. Tarian ini juga sebagai

persembahan dan hadiah ulang tahun untuk Angkasa Pura I yang tepat pada hari ini

memasuki usia 53 tahun.” uambah Yanus.

“Apresiasi yang setiggi-tingginya kami sampaikan kepada Tim ISI yang sudah sangat

membantu menciptakan tarian maskot ini”, ujarnya.

Rektor ISI Prof. DR. I Gede Arya Sugiartha S.Skar.,M.Hum pada kesempatan yang sama

menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara ISI dengan Angkasa Pura I.

“Kami sangat terbuka lebar menjalin kerjasama dengan Angkasa Pura I, khususnya yang

berkaitan dengan penciptaan karya seni. Tari maskot yang diciptakan ini adalah jenis tarian

sakral yang menjadi bagian dari suatu prosesi ritual / acara. Karenanya penempatannya

harus di awal kegiatan,” ucap Gede Arya.

“Tarian ini diciptakan dalam waktu 1,5 bulan. Mencerminkan kesejukan, keramahan,

ketulusan dan keindahan Bandara I Gusti Ngurah Rai, itu pesan pentingnya,’ tambah Gede

Arya.


Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image