Kabardewata.com

Berita Utama

meaHadapi MEA, Sertifikasi Tenaga Profesional Harus Kalibrasi Tingkat Asia Pasifik

Kategori Berita Utama, May 05, 2014, Dilihat sebanyak 213 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015 nanti, tenaga profesional di Indonesia, termasuk Bali harus mengantongi sertifikasi sekaliber Asia Pasifik. Demikian dikatakan President JCI Indonesia Heru Cokro didampingi JCI Bali, Dewa Ayu Anom Yuarini. "Visi JCI tahun ini adalah Indonesia go Global. Dengan begitu tenaga-tenaga profesional yang ada saat ini terus kami dorong mendapatkan informasi seputar perekonomian dunia. Jangan hanya jago dikandang saja, tenaga profesional Indonesia juga harus bisa mendominasi di level global," jelas Cokro.

Dengan menjadi pelaku usaha, Cokro ingin orang Indonesia bukan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. "


MEA 2015 nanti, Indonesia diserbu oleh tenaga profesional asing. Sementara, Cokro menilai SDM di Indonesia belum sepenuhnya siap secara optimal. "Sertifikasi tenaga profesional di Indonesia harus menjadi perhatian semua pihak. Namun masalahnya, jangankan sertifikasi level dunia, sertifikasi di level Asia Pasifik saja belum punya. Maka peran pemerintah dan pihak terkait untuk fokus pada sertifikasi yang menjadi standar di level Asia bahkan dunia," ujarnya yang telah menawarkan diri ke Kementerian Perindustrian RI untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan sertifikasi tersebut.

Sementara itu, ditambahkan Yuarini, tantangan MEA 2015 nanti harus dihadapi dengan cara memacu diri secara kreatif. "Lakukan kegiatan wirausaha, semuda mungkin. Aktiflah untuk menciptakan perubahan yang positif," jelasnya.

Untuk mendukung para wirausaha muda, Yuarini juga menggelar Enterpreuner Award sebagai ajang pemberian penghargaan bagi wirausaha muda yang kreatif. "Ini untuk memacu mereka untuk membuat karya yang lebih kreatif," jelasnya.

Menurut Yuarini, perkembangan dunia wirausaha saat ini sudah menjadi tren. "Kalau dulu lulus kuliah orientasinya menjadi PNS, sekarang cenderung lulusan kuliah ingin buka usaha sendiri, menjadi wirausaha muda," ungkapnya.

Bali yang identik dengan daerah seni, menurut Yuarini akan lebih mudah menghadapi MEA. "Bikinlah karya yang kreatif, seperti lukisan, fotografi art, disain pakaian, dan lain sebagainya," imbuhnya


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image