Kabardewata.com

Berita Utama

Kemenkop dan UKM Siapkan Dana Rp. 10,5 Triliun Untuk Subsidi bunga KUR

Kategori Berita Utama, March 04, 2016, Dilihat sebanyak 143 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kabardewata - Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah menyiapkan anggaran khusus untuk menyubsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang didistribusikan Bank dan Koperasi. Alokasi dana yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu sebesar Rp. 10,5 Triliun, untuk mengcover keperluan subsidi bunga KUR sepanjang tahun 2016. 

Deputi Pembiayaan pada Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Braman Setyo kepada Kabar Dewata di Sanur, mengatakan, untuk urusan KUR, pihaknya hanya membantu dari sisi subsidi bunga. Sedangkan dana KUR yang tahun ini dipatok Rp. 120 Triliun itu, dikucurkan oleh masing-masing Bank dan Koperasi. 

"Perlu diketahui ya, dana KUR itu bukan dari kita, melainkan dari setiap Bank dan Koperasi. Kita, Pemerintah hanya membantu untuk bunganya saja. Tahun ini, dari APBN kita alokasikan 10,5 Triliun Rupiah, untuk dana KUR sebesar 120 Triliun rupiah," jelasnya. 

Sedangkan untuk penunjukkan koperasi sebagai mitra penyaluran KUR, Braman Setyo mengaku, Kementrian akan menentukan 2 Koperasi di Tanah Air, sebagai penyalur KUR selain pihak perbankkan. Dikatakan, saat ini sudah ada 1 Koperasi di Pasuruan, yaitu Koperasi Sido Giri, yang berkeinginan kuat menjadi mitra KUR. 1 Koperasi lain yang akan ikut menyalurkan KUR adalah Kospin "Jasa". 

"Kemarin atau 20 Februari 2016 lalu, sewaktu Pak Menteri menghadiri RAT, anggota dan pengurus Koperasi Sido Giri, sangat berkeinginan untuk menyalurkan KUR. Dan itu akan kita pertimbangkan serta verifikasi," katanya. 

Braman Setyo mengaku, ada beberapa indikator yang menjadi acuan sebuah koperasi layak menjadi penyalur KUR, diantaranya modal yang cukup digunakan untuk menghidupi anggota dan mendapatkan persetujuan dari para anggota. 

"Intinya modal cukup untuk menghidupi anggota, dan anggota sudah setuju kalau koperasi itu menyalurkan KUR. Ingat ya, anggota, bukan calon anggota. Kalau persetujuan datang dari calon anggota, pasti kita tolak," tegasnya. 

Deputi Pembiayaan, Braman Setyo menambahkan, jika Koperasi Sido Giri lolos penilaian, maka akan ada 2 koperasi di Indonesia yang menjadi mitra penyaluran KUR. Kedua koperasi itu akan menjadi pilot project, untuk nantinya dapat ditiru dan diikuti oleh koperasi mapan lain yang ada di Indonesia.

"Kedua koperasi itu jadi pilot project. Harapannya semakin banyak yang siap untuk menjadi penyalur KUR. Tapi target kita sih satu provinsi, ada satu koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat ini," tambahnya.


Sumber: redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image