Kabardewata.com

Berita Utama

Hanya Jakarta dan Bali Yang Penuhi Kriteria Destinasi MICE

Kategori Berita Utama, June 14, 2014, Dilihat sebanyak 658 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bidang Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata telah melaksanakan kegiatan pemetaan dan klasifikasi atau pemeringkatan destinasi untuk MICE. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak 2012 sampai 2013. Hasilnya, dari 16 destinasi MICE Indonesia baru dua provinsi yakni Jakarta dan Bali saja yang memenuhi kriteria menjadi destinasi MICE. "Permasalahan yang utama dari 14 destinasi lainnya ada pada infrastruktur dan sumber daya manusianya. Begitu beratnya dan banyak kekurangannya di bidang ini. Kecuali di Jakarta dan Bali," papar Akhyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Even, kepada awak media di  Kuta. 

Pemetaan dan Klasifikasi atau pemeringkatan tersebut bertujuan untuk memotret kondisi existing destinasi MICE pada aspek aksesibilitas, dukungan stakeholder, daya tarik wisata, akomodasi, venue meeting dan pameran, keadaan lingkungan serta SDM. Ke 16 destinasi MICE Indonesia adalah Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Bintan, Jakarta, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Padang, Palembang, Semarang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta. "14 kota lainnya ini ada fasilitasnya walaupun tidak seperti di Jakarta dan Bali. Tapi kemampuan untuk menghandel meeting, exhibition itu masih kurang. Medan mungkin masih mending, yang lain belum," terangnya. 

Oleh karena itu, Akhyaruddin menghimbau pada pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas SDMnya khususnya di bidang pariwisata. "Karena semua negara-negara di dunia menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Mereka gencar mengembangkan ini. Kalah sektor lain," sebutnya. Maka program Menparekraf ke depan adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi khususnya pada 14 kota yang belum memenuhi syarat MICE. Destinasi MICE, sebut Akhyaruddin mempunyai lebih banyak keuntungan dan kontribusi terhadap pemasukan dari sektor pariwisata daripada hanya kunjungan wisatawan biasa. 

"Kalau wisatawan yang datang untuk MICE sekali itu biasanya melibatkan banyak orang sampai ratusan sekali datang. Lama tinggalnya pun tidak seperti wisatawan biasa yang paling lama 9 hari. Kalau MICE bisa sampai 12 hari lebih. Untuk mempersiapkan acara dan lain sebagainya apalagi even skala internasional kan perlu persiapan yang matang," ujar Akhyaruddin. Akhyaruddin menambahkan kontribusi dari MICE bisa lebih tinggi 40 persen dibandingkan dengan perolehan yang didapat dari wisatawan biasa. "Trend MICE ini juga terus mencatat pertumbuhan hingga 20 persen per tahun. Sayangnya ini masih jomplang. Hanya dikuasai Jakarta dan Bali saja. Maka kami mendorong 14 destinasi yang lain agar bisa menjadi destinasi MICE juga," harapnya. 

Akhyaruddin membantah jika dikatakan, pasar MICE untuk di Bali cenderung lebih lesu setelah perhelatan APEC tahun 2013 yang lalu. "Siapa yang bilang lesu? Dari nasional mencatat terus ada kenaikan. Pemilu dalam waktu dekat ini juga tidak menjadi alasan MICE sepi," katanya. 

Negara-negara industri merupakan target dari destinasi MICE ini. "Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, SDM harus benar-benar kita tingkatkan kapasitasnya. Agar dapat bersaing dari kompetitor kita seperti Singapura," imbuhnya. Akhyaruddin berharap tahun 2016, 4 sampai 5 kota sudah bisa memenuhi syarat MICE. Seperti Medan, Batam dan Manado. Seperti diketahui, MICE adalah akronim dari Meeting (pertemuan), Incentive (insentif), Convention ( konvensi), dan Exhibition (pameran). 

MICE merupakan suatu jenis kegiatan pariwisata yang melibatkan suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk satu tujuan tertentu. Akhir-akhir ini pelaku pasar pariwisata cenderung mengganti istilahnya menjadi "The Meetings Industry". Kegiatan wisata MICE melibatkan berbagai sektor seperti sektor transportasi, perjalanan, rekreasi, akomodasi, makanan dan minuman, tempat penyelenggaraan acara, teknologi informasi, perdagangan serta keuangan. Sehingga wisata MICE dapat digambarkan sebagai industri multifaset


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image