Kabardewata.com

Berita Utama

Hadapi MEA, Kemenkop dan UKM Adakan Pelatihan Sertifikasi SDM Pariwisata

Kategori Berita Utama, May 28, 2015, Dilihat sebanyak 176 kali, Post oleh Putri Sukawening


Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia memfasilitasi total 390 warga Bali yang berprofesi sebagai guide lokal Bali untuk mendapatkan sertifikasi dan menjadikan yang wirausaha mikro meningkat statusnya menjadi wirausaha makro. 

Ratusan guide lokal dan wirausaha mikro Bali ini, akan mendapatkan pelatihan bersama 60 peserta lain dari Lombok dan Yogyakarta pada awal Juni mendatang di Bali. Demikian diungkapkan, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, Prakoso Budi S disela-sela koordinasinya dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali serta instansi terkait lainnya di kantor Bali Tourism Board (BTB) Denpasar.

Pelatihan ini dilakukan untuk pembekalan sebelum mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi bagi pengelola homestay, hotel melati dan guide lokal. Prakoso yang didampingi Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya mengatakan, usai mengikuti uji kompetensi peserta yang lolos lanjut Prakoso akan diberikan sertifikasi untuk bisa bersaing pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya Bali merupakan ujung tombak pariwisata di Indonesia bahkan sebagian besar masyarakat Bali berkecimpung di dunia pariwisata sehingga pelatihan ini dianggap sangat perlu untuk meningkatkan ketrampilan di bidang pariwisata. 

"Kami garap pemandu wisata ini karena mereka perlu untuk mendapat sertifikasi, begitu juga untuk pengelola guest house. Sebab akhir tahun ini MEA sudah berlaku tapi ada sedikit koreksi ya, bahwa MEA itu bukan arena persaingan tetapi kerjasama di bidang ekonomi," jelas Prakoso.

Meski MEA bukan ajang persaingan Prakoso tetap mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah dan semakin berupaya meningkatkan kualitas SDM di segala bidang terutama kepariwisataan.

Sementara itu Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya mengatakan pelatihan ini berdasarkan permintaan dari Bali Tourism Board (BTB). "Pelatihan ini kami yang mengajukan melalui Kementerian Koperasi dan UKM, ternyata disanggupi baik karena dengan pelatihan banyak yang bisa dikembangkan," ujarnya.

Menurut Wijaya dalam memajukan pariwisata Bali ini merupakan tugas Bali Tourism Board. "Tugas kami memang untuk memajukan pariwisata Bali dan membantu teman-teman industri pariwisata yang usahanya menengah ke bawah. Untuk pelatihan tahun depan kami perluas lagi sebanyak mungkin termasuk ada diving juga ikut pelatihan," ujarnya.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image