Kabardewata.com

Entrepreneur

5 Hal yang saya pelajari dari Steve Jobs

Kategori Entrepreneur, March 18, 2016, Dilihat sebanyak 121 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Tidak ada satu orang pun yang dapat mengajari Anda mengenai memulai sebuah bisnis daripada Steve Jobs, dan saya memiliki kebanggaan dapat bekerja dengannya di divisi Macintosh Apple, kata Guy Kawasaki.

Selama lebih dari beberapa tahun, dan memperhatikannya selama kurang lebih dua dekade, ini merupakan lima hal penting yang saya pelajari tentang startup dari Steve Jobs.

Orang – orang tidak dapat mengatakan apa yang mereka inginkan kepada Anda
Mereka dapat mengatakan kepada Anda apa yang mereka inginkan dan biasanya dimulai dengan kata “lebih”. Lebih cepat, lebih murah, dan lain – lain. Sebagai contoh, pada tahun 1980, pelangan Apple menginginkan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah dari Apple II. Tidak ada satu orang pun yang meminta Macintosh. Pengusaha yang sukses mampu menciptakan apa yang tidak dapat dikatakan oleh kebanyakan orang.

Orang ahli tidak dapat mengatakan apa yang harus Anda lakukan
Orang ahli sangat baik ketika mengatakan apa hal yang salah dengan keadaan saat ini. Tetapi mereka tidak dapat mengatakan bagaimana cara untuk memperbaiki yang salah, sama seperti pelanggan yang mengatakan Anda untuk melompati pemimpin pasar.

Bertindak ke inovasi berikutnya
Pada tahun 1830, pemanen es disapu bersih oleh pabrik es. Pada tahun 1850, pabri es ditumbangkan oleh pabrik kulkas. Bertindak berdasarkan inovasi yang ada saat ini mungkin dapat membuat Anda berhasil, tetapi sebuah inovasi dan kewirausahaan lahir ketika Anda bertindak ke inovasi berikutnya atau Anda yang menciptakannya.

Desain itu penting
Mungkin hal ini tidak berarti bagi kebanyakan orang, tetapi sebuah desain sangat penting bagi orang – orang yang menginginkan startupnya berhasil. Sebuah fungsi saja tidak cukup. Sekarang produk dan layanan Anda harus dapat melakukan fungsinya dengan elegan dan dengan cara yang menyenangkan. Steve Jobs dan Apple telah berhasil melebihi ekspektasi pelanggannya.

Nilai tidak sama dengan harga
Harga merupakan angka yang tercetak pada daftar barang. Sedangkan nilai merupakan total biaya dan manfaat sebuah produk. Sesuatu dengan harga yang tinggi dapat memiliki nilai yang lebih baik karena berhasil mengurangi biaya, seperti training dan memberikan hasil yang lebih baik. Jangan fokus pada harga, fokuslah pada penyediaan sebuah nilai.

Satu hal lagi: Steve Jobs mengajari saya bahwa sesuatu yang Anda percayai harus dapat Anda lihat. Orang – orang yang skeptis menolak untuk mempercayai sesuatu hingga mereka melihatnya. Jika Anda ingin menjadi pengusaha, Anda harus percaya pada ide Anda. Inilah sebabnya mengapa Steve Jobs dapat mengubah dunia sementara kebanyakan orang menunggu hingga dunia berubah.


Sumber: Kerjayuk

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image