Kabardewata.com

Ekonomi

"Pengendalian Gratifikasi" KPK Berikan Apresiasi Kepada BPJAMSOSTEK

Kategori Ekonomi, December 22, 2020, Dilihat sebanyak 287 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan, atau yang akrab disebut BPJAMSOSTEK, diganjar penghargaan oleh KPK pada kategori "Kementerian Lembaga dengan Unit Pengendalian Gratifikasi Terbaik Tahun 2020".

Penghargaan ini diberikan secara virtual pada kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2020 kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, Rabu (16/12). Selain penghargaan tersebut, BPJAMSOSTEK juga menerima 2 Apresiasi lainnya, yaitu pada kategori "Lembaga yang memiliki Forum Penyuluh Antikorupsi Teraktif" dan "Ahli Pembangun Integritas Inspiratif".

Agus menyambut positif apresiasi yang diberikan oleh KPK dan diharapkan ke depan, pengendalian gratifikasi BPJAMSOSTEK  semakin baik, bersih dan memenuhi harapan semua pihak. “Ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi kami dalam penerapan tata kelola yang baik (Good Governance) kepada seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan insan berintegritas tinggi”, terang Agus dalam siaran pers yang diterima Kabar Dewata, Selasa, (22/12/2020).

“Sejak 2016 hingga 2020, kami terus meningkatkan upaya membentuk insan berintegritas, salah satunya dengan membentuk 468 personil Tunas Integritas yang tersebar di seluruh unit kerja BPJAMSOSTEK di Indonesia”, tambahnya.

“BPJAMSOSTEK berkomitmen akan terus melakukan standarisasi kompetensi Penyuluh Anti Korupsi, seperti melakukan sertifikasi secara bertahap kepada seluruh Tunas Integritas BPJAMSOSTEK. Untuk sementara sudah 40 orang tersertifikasi sebagai Penyuluh Anti Korupsi dan 24 tersertifikasi sebagai Ahli Pembangun Integritas (API),” ungkap Agus.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada KPK atas penghargaan yang diberikan ini, karena sejalan dengan salah satu Nilai Budaya BPJAMSOSTEK yaitu Integritas yang ditanamkan kepada seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan atas risiko kerja bagi seluruh pekerja Indonesia.

Penghargaan yang diberikan oleh KPK ini merupakan yang ketiga kalinya bagi BPJAMSOSTEK, dimana penghargaan pertama dan kedua diterima secara berturut-turut pada tahun 2017 dan 2018 lalu kemudian tahun 2020 ini. Sementara pada tahun 2019, hasil penilaian KPK pada BPJAMSOSTEK melalui Indeks Survey Penilaian Integritas mendapat nilai 85,08 di atas rata-rata indeks Kementrian/Lembaga/Pemda 76,86.

Agus mengucap syukur sekaligus merasa bangga atas capaian ini dan berharap agar kado ulang tahun istimewa dari KPK ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh insan BPJAMSOSTEK dalam menjaga integritas dalam melaksanakan tugasnya.

Bertepatan dengan hari jadi ke-43 tahun BPJAMSOSTEK yang jatuh pada pada tanggal 5 Desember 2020 yang lalu, Agus mempersembahkan kado istimewa ini kepada jajaran Direksi dan Dewan Pengawas, seluruh insan BPJAMSOSTEK, pemangku kepentingan dan seluruh mitra dalam perannya mendukung BPJAMSOSTEK menjadi institusi yang bersih, menjunjung tinggi integritas, bebas korupsi, gratifikasi, dan suap.

Sebelum menutup, Agus sekali lagi menjelaskan bahwa integritas telah menjadi faktor kunci bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Sebagai institusi yang mengelola dana pekerja, penghargaan ini menjadi pembuktian bagi kami agar terus mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan publik”, terangnya. “

Sementara itu sebelumnya Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Bali Denpasar Mohamad Irfan, disela-sela memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia (HAKORDIA) di Denpasar belum lama ini yang mengangkat tema "Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Anti Korupsi" tersebut, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk melawan seluruh bentuk korupsi.   

Untuk kegiatan di BPJAMSOSTEK Denpasar yang bertajuk "Ojo Korupsi, Ojo Kolusi, Ojo Ngapusi" karyawan beserta peserta yang hadir memberikan tanda tangan disertai dengan "quotes" di dinding dukungan antikorupsi, penulisan surat reaksi antikorupsi sebagai bentuk penolakan korupsi, cap jempol pada pohon integritas. 

Menurut Irfan, selaras dengan imbauan "Tiga Ojo" dari Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Ojo Korupsi, Ojo Kolusi dan Ojo Ngapusi dalam aktivitas kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari, maka pihaknya tidak akan mentoleransi adanya praktik-praktik yang mengarah pada tindakan korupsi maupun gratifikasi dalam hal pengajuan klaim jaminan seperti percaloan maupun pungutan liar.

Semua kegiatan Hakordia ini juga memperhatikan protokol kesehatan ketat, dengan memperhatikan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.  


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image