Kabardewata.com

Ekonomi

Lebih Tepat dan Akurat Proyek Pasar Umum Gianyar Gunakan Teknologi BIM

Kategori Ekonomi, September 07, 2020, Dilihat sebanyak 322 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Contoh 3D model dengan software BIM Cubicost untuk proyek: Pembangunan Pasar Umum Gianyar

 

 

Dalam rangka ‘mendukung komitmen PT. Tunas Jaya Sanur Group (TJS) menuju Era Konstruksi Digital, PT Glodon Technical Indonesia berencana untuk memberikan Project Guidance “Software BIM Cubicost” untuk Proyek: Pembangunan Pasar Umum Gianyar. Mengingat, Proyek merupakan pilot project dari TJS untuk mengimplementasikan konstruksi berbasiskan digital.

Proyek Pasar Umum Gianyar menjadi proyek pertama di Bali yang menerapkan konsep green building dengan teknologi BIM (Building Information Modeling) Cubicost.  Dengan teknologi tersebut, akan membuat pengerjaan proyek lebih efisien, tepat atau akurat dan cepat.  Dengan energi demikian yang digunakan dalam pembangunan proyek menjadi lebih hemat.

Direktur Utama PT Tunas Jaya Sanur Group, I Made Budi Atmika yang memenangkan tender proyek Pasar Umum Gianyar, Senin (7/9) berkata, sebelum mengerjakan proyek dengan teknologi dari Glodon tersebut, pihaknya telah mendapat pelatihan tatacara mengoperasikan software tersebut untuk menghasilkan kuantitas volume yang lebih nyata  dan tepat.

Menurutnya, gedung Pasar Umum Gianyar dengan anggaran pembangunan Rp 250 miliar ini bisa menjadi role model untuk konstruksi digital. Karena dari penggunaan IT, biaya perhitungan dapat lebih akurat sehingga energi yang digunakan bisa lebih hemat.  Dengan perangkat lunak ini margin eror yang bisa ditawarkan, tidak lebih dari 3 persen yaitu 2-2,5 persen.

 "Semua proses berbasis visual 3D model, digital sehingga tranparansi terbangun, diharapkan untuk berlatih lebih jelas dan bisa dipertanggungjawabkan secara teknis," jelasnya.

Proyek Pembangunan Unum Pasar Gianyar direncanakan 7 lantai, 2 diantaranya merupakan lantai dasar dan 4 lantai utama.  Salah satu syarat yang diperlukan ketika menerapkan bangunan hijau seperti penggunaan air, pengolahan bahan bangunan, dll. 

"Ini pertama kali di Bali, menerapkan konstruksi bangunan hijau baik dari sisi pemanfaatan listrik, tidak hanya dari listrik PLN tapi juga memanfaatkan tenaga surya," ujarnya.

Proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 15 bulan terselesaikan sejak 14 Agustus 2020 sampai 6 November 2021. 

Account Manager Glodon Indonesia, Bagas Dewantara mengatakan, tujuan menjajaki proyek - proyek di Bali untuk memastikan bahwa akan  tercipta lingkungan digital konstruksi di Bali. 

Dengan metode BIM akan terintegrasi mulai dsri modeling, scheduling, costing dan project management hingga green building.

Karena softaware sudah diset up, ketika menggunakan platform yang sama maka ketika dicek oleh auditor, baik BPK maupun Pemda akan terlihat transparansi. 

"Dari sisi waktu, juga levjh cepat misalnya dengan metode konvensional digunakan  waktu seminggu, dengan BIM bisa tiga hari. Ketepatan penghitungan volume juga sudah pasti, efisiensi waktu dan akurasi, "jelasnya.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image