Ketua HIPMI Bali: Aktivitas Kepariwisataan Belum Membantu Pertumbuhan Sektor Usaha

Ketua HIPMI Bali: Aktivitas Kepariwisataan Belum Membantu Pertumbuhan Sektor Usaha

Aktivitas perekonomian dan kepariwisataan Bali mulai bergerak.Pergerakan ini mulai terasa sejak adanya relaksasi regulasi dan dilayaninya kembali rute internasional di Bandara Ngurah Rai.

Namun kondisi tersebut tampaknya dianggap belum cukup ideal bagi para pelaku usaha Pulau Dewata.

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali, Agus Pande Widura mengakui, aktivitas kepariwisataan belum banyak membantu pertumbuhan sektor usaha. 

Salah satu indikator adalah kunjungan wisatawan mancanegara yang angkanya masih jauh dibanding sebelum pandemi Covid-19. 

"Sekarang rata-rata kedatangan wisatawan asing  berkisar 10.000. Sedangkan ketika bicara tahun 2019, kedatangan wisatawan domestik maupun asing per hari kisaran 40.000 sampai 50.000," katanya kepada Kabar Dewata,di Denpasar Kamis (12/6)

"Itu artinya, sekarang baru 30 persen daripada total kapasitas yang dimiliki Bali," imbuhnya.

Gap (celah) antara angka kedatangan dengan ketersediaan kamar hotel dan villa katanya  mengakibatkan pengelola akomodasi wisata banting harga. Bahkan publish rate hotel dan villa yang ditawarkan saat ini rata-rata masih dikisaran 70%. 

"Artinya  masih saling  rebutan kuenya terlihat dan besar sekali. Apalagi di Bali ini ada 140.000 kamar hotel yang harus diisi," ujarnya.

"Apalagi dengan maskapai yang melayani rute internasional hanya 12 sampai 13 pesawat per hari, dibandingkan tahun 2019 yang bisa sampai 200 pesawat per hari, itu masih sangat jauh selisihnya," lanjutnya. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa Bali belum dalam situasi yang ideal. 

Oleh karena itu, ia meminta perbankan menempuh langkah nyata dalam menyelematkan pengusaha Bali.

"Kita berharap bantuan dari perbankan dalam hal ini, baik juga dibantu OJK, Bank Indonesia, dan Menteri Keuangan untuk dapat memberikan solusi kepada pengusaha-pengusaha di Bali," tegasnya.

HIPMI diakui memiliki dua masukan yang relevan dengan situasi terkini pengusaha di Pulau Dewata.

Solusi pertama adalah meninjau kembali Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mengatur soal batas waktu restrukturisasi kredit.

Restrukturisasi kredit yang berakhir Maret 2023 dianggap bakal menjadi "bom waktu" bagi pengusaha.

"Jika dimungkinkan, restrukturisasi diperpanjang sampai tahun 2025, mengingat Bali juga salah satu penyetor devisa kepada Negara, dan sekarang Bali sedang memerlukan bantuan," katanya.

Solusi kedua yakni mempercepat eksekusi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27 Tahun 2022.

PMK 27/2022 ini mengatur tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98/PMK.08/2020 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi melalui Badan Usaha Penjaminan yang Ditunjuk dalam rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. 

APW mengungkapkan, PMK 27/2022 menjadi pintu masuk pengusaha Bali dalam mencari tambahan kredit modal kerja. Hanya saja masih ada satu poin dari PMK 27/2022 yang diyakini bakal menghambat langkah pengusaha.

"Namun disitu masih rintangan yang saya lihat adalah terkait daripada kolektibilitas. Dimana PMK 32/2021 kolektibilitasnya dua, dan di PMK 27/2022 kolektibilitas satu. Sedangkan ketika kita sebagai pengusaha ketika mengambil restrukturisasi sudah berada di kolektibilitas dua. Jadi itu menjadi rintangan, dan kita khawatir PMK 27/2022 tidak bisa terimplementasi dengan baik," bebernya.

Melihat rintangan yang muncul pasca terbitnya PMK 27/2022, ia kembali meminta Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengerluarkan kebijakan khusus bagi Bali. Kebijakan khusus itu berupa bailout atau cuti bayar bunga hutang selama dua tahun.

Selain itu, ia meminta adanya kebijakan perpanjangan tenor kredit bagi pengusaha di Bali.

"Ini menunggu keadatangan wisatawan asing ke Bali kembali normal," pungkasnya.

Admin
Author : Admin

Kabardewata.com | Media cerdas dari Bali adalah media online independen, berintegritas dan terpercaya menjadi rujukan informasi oleh pembaca.

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Terkait