Kabardewata.com

Berita Utama

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Tenaga Kerja Asing Jadi Peserta

Kategori Berita Utama, June 18, 2014, Dilihat sebanyak 134 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua ( Banuspa) selama periode Januari 2014 telah menjaring 1.483 perusahan dan sebanyak 64.191 orang tenaga kerja sebagai peserta jaminan. Adapun kontribusi wilayah Bali sebanyak sebanyak 648 perusahan baru dengan jumlah tenaga kerja 36.479 orang sedangan sisanya terserap dari wilayah Nusa Tenggara dan Papua.

Kepala Kantor BJPS Ketenegakerjaan Banuspa I Gusti Ngurah Suartika optimis melihat pencapaian yang telah diraih. Melihat hal tersebut dirinya merasa yakin sebanyak 2.200 perusahan yang akan terjaring sampai akhir tahun 2014 dapat tercapai.

I Gusti Ngurah Suartika menegaskan, saat ini masih banyak hotel-hotel di Bali yang belum bergabung sehingga perlu diberikan sosialisasi . ”Kalau hotel-hotel baru itu nanti peserta, kami optimis karena sampai sekarang saja sudah sebanyak itu perusahan yang telah bergabung,”ujarnya kepada Kabar Dewata di Denpasar

Selain membidik hotel baru lanjut Suartika, pihaknya juga mengincar kepesertaan dari tenaga kerja asing yang jumlahnya diperkirakan sangat banyak di Bali. Berdasarkan data hingga pertengahan Juli, BPJS Ketenagakerjaan mancatat sudah sebanyak 200 ekspatriat ikut menjadi peserta. Sebagian besar dari ekspatriat bekerja sebagai konsultan dan pimpinan perusahan di Kabupaten Badung. “Kami menargetkan semua ekspatriat yang bekerja di Banuspa nantinya wajib ikut menjadi peserta jaminan. Kami sudah bekerjasama dengan dinas tenaga kerja untuk menjaring semua tenaga kerja asing agar mereka terlindungi, “tambah Suartika.

Sementara itu Kepala Cabang Bali 1 BPJS Ketenagakerjaan Sudirman Simamora, menambahkan, hingga akhir tahun ini akan terjaring 1000 ekspatriat sebagai peserta. Strategi yang dapat ditempuh bebernya dengan cara menyodorkan aplikasi saat pengurusan perpanjangan kontrak kerja di dinas tenaga kerja. “Dari situ mereka tidak dapat berbohong soal gaji yang sebenarnya,”ungkap Sudirman Simamora. Sudirman pun mengakui, untuk sementara target ekspatriat yang dibidik masih terbatas. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan data di provinsi dan kabupaten/kota terkait jumlah tenaga kerja asing.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image