Kabardewata.com

Berita Utama

Basarnas Tunjukan Kemampuan Penyelamatan Dihadapan SAR Internasional

Kategori Berita Utama, June 20, 2014, Dilihat sebanyak 201 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Disela-sela acara pertemuan Kegiatan Cospa Sarsat Join Committee ke 28 Badan SAR Nasional (Basarnas) menggelar simulisi penyelamatan. Dihadapan Sar Internasional, Basarnas ingin menunjukan kemampuannya dalam melakukan penanganan dalam sebuah tragedi sebuah pesawat yang terbakar yang mencoba mendarat di Air dengan jumlah penumpang sebanyak 8 orang

Kami perlihatkan kepada mereka (delegasi) dalam simulasi untuk melatih petugas apabila terjadi musibah misalnya pesawat jatuh kata Direktur Latihan dan Operasi Basarnas, Brigadir Jenderal Tatang Zainudin, di Kuta, Kabupaten Badung

Menurut Tatang, simulasi tersebut menggambarkan upaya koordinasi antarinstansi lebih cepat terkait dalam upaya penanggulangan termasuk evakuasi korban. Dalam simulasi tersebut digambarkan, petugas SAR Denpasar dan Basarnas melakukan upaya evakuasi terhadap penumpang pesawat yang terbakar setelah mendarat darurat di air di sebalah barat landasan pacu Bandar Udara Internasional Ngurah Rai tepatnya di Pantai Kuta

Sarana yang digunakan dalam aksi yang dilakukan oleh 3 tim rescue antara lain, 1 helikopter Dauphin Basarnas, 1 helikopter Bolkow basarnas, 1 rescue Boat SAR Denpasar, 2 Rigid Inflatable Boat (RIP) SAR Denpasar, 3 Perahu karet SAR Denpasar, 2 jet ski penjaga Pantai Kuta, 1 mobil ambulance PMI Badung, 2 mobil ambulance RSC Denpasar, 1 unit kendaraan komunikasi lapangan RSC Denpasar.

Simulasi yang dilakukan pada Hari keempat pada Internasional Cospa Sarsat Joint 28 th meeting. Simulasi yang digelar di Halaman Belakang Hotel Discovery Kartika Plaza ini dibuat dengan semirip mungkin dengan kejadian sebenarnya, mulai dari informasi yang terbakar dan mencoba melakukan pendaratan darurat di air

Satelit Cospas Sarsat menerima sinyal bahaya dari pemancar darurat. Kantor SAR Denpasar kemudian melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk memberikan bantuan dari udara dan laut. Dalam simulasi itu dua unit helikopter jenis Dauphin dan Bolkow 105, perahu karet serta ambulance dikerahkan untuk evakuasi penumpang, termasuk dua jetski dari penjaga Pantai Kuta. Tatang menjelaskan bahwa dalam simulasi itu dibuat semirip mungkin dengan kejadian sesungguhnya mulai dari informasi upaya pesawat mendarat di air hingga terbakar hingga koordinasi sinyal yang ditransmisikan ke pihak-pihak terkait.

 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image