Kabardewata.com

Berita Utama

Aprindo Bali : Belanja Nyepi Naik 4 Persen Dibanding 2016

Kategori Berita Utama, March 31, 2017, Dilihat sebanyak 138 kali, Post oleh Admin Kabardewata


DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, mengatakan terjadi kenaikan signifikan pada kunjungan maupun sales usaha ritel jelang Nyepi kemarin. Sekretaris DPD Aprindo Bali, I Made Abdi Negara, mengatakan berdasarkan data yang baru didapatkannya kunjungan rata-rata naik hingga 12 persen. Sedangkan untuk sales secara kumulatif hanya naik 4 persen dibandingkan Nyepi tahun 2016. Ia mengatakan, untuk sales dimungkinkan masih terpengaruh fenomena perlambatan ekonomi yang berimbas pada daya beli masyarakat. “Selain itu, penyebab lainnya karena efek trible sesion. Maksudnya Nyepi sangat dekat dengan hari raya Galungan, dan Kuningan. Sehingga konsumen sangat selektif dalam membelanjakan uangnya,” jelasnya baru-baru ini.

 

 

Ia mengatakan, saat pangerupukan adalah puncak belanja masyarakat di swalayan. Namun angka 4 persen, telah didapatkannya dari penghitungan selama H-4 sebelum Nyepi, atau mulai dari tanggal 25 Maret 2017. “Kami hitung mulai dari penjualan H-4 ini, sudah ada peningkatan rata-rata dari penjualan regular. Nah 4 persen ini dibandingkan Nyepi tahun 2016, jadi kami bandingkan dengan rentang penjualan yang sama itu, terjadi kenaikan 4 persen rata-rata kumulatif untuk seluruh ritel kami kumulatifkan kemudian kami bagi rata-rata ketemu 4 persen,” sebutnya. Atau dalam istilah ekonomi disebut perbandingkan year to year (yoy). 

 

 

Namun jika dibandingkan hari biasa atau penjualan regular, peningkatan terjadi dikisaran 30-60 persen. “Ini dibandingkan penjualan hari biasa, misalkan kami ambil H-4, nah di H-6, H-7 itu kan penjualan masih biasa, masih penjualan reguler jadi belum ada peningkatan yang signifikan. Ini yang kami kumulatifkan kami lihat dari penjualan biasa reguler ke season Nyepi didapatkanlah kenaikan antara 30-60 persen,” ujarnya.

 

Jauhnya rentang ini, kata dia, karena memang tergantung kategori, mulai dari ritel yang memasarkan produk consumer goods, ritel yang memasarkan stationnary, hingga ritel dengan produk yang lebih kompleks, sehingga didapatkan rentang 30-60 persen. “Kalau setelah Nyepi, misalkan hari ini memang kebanyakan konsumen memilih tempat rekreasi, atau ritel yang memiliki tempat rekreasi. Namun kami belum dapat data pastinya,” imbuh Abdi. Katagori belanja konsumen yang dominan jelang Nyepi, adalah pada produk makanan seperti snack, minuman ringan, minuman bersoda, serta sembako, dan keperluan harian lainnya

 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image