Kabardewata.com

Sejarah Hari Ini

1985 - Daniel Pedrosa, pembalap MotoGP Spanyol

Kategori Sejarah Hari Ini, September 29, 2015, Dilihat sebanyak 214 kali, Post oleh Rusadi Nata


[Peristiwa hari ini] - Daniel "Dani" Pedrosa Ramal (lahir di Sabadell, Spanyol, 29 September 1985; umur 29 tahun) adalah salah seorang pembalap MotoGP. Ia mulai debut balap grandprix motor pada tahun 2001 di kelas GP 125 cc bersama tim Telefonica Movistar Honda JR, dan meraih posisi ke 8 klasemen akhir. Tahun 2002 ia membalap di tim yang sama dan meraih juara 3 dunia GP 125 cc. Di musim balap 2003 bersama timTelefonica Movistar Honda JR, ia merebut juara dunia GP 125cc dengan poin 223. Pada tahun 2004 ia pindah ke kelas 250 cc dan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda 250, dan langsung merebut juara dunia GP 250cc. Tahun 2005 ia kembali mendominasi balapan dan mempertahankan gelar juara dunia GP 250 cc. Di musim balap 2006 ia naik ke kelas MotoGP dan membalap untuk tim Repsol Honda, bersama pembalap Amerika Nicky Hayden sampai musim 2008 dan Andrea Dovizioso pada musim 2009. Pada tahun 2012, ia bersama Casey Stoner di tim Repsol Honda dan tahun 2013 hingga 2014 bersama pembalap Marc Marquez.

Karier awal

Balapan junior

Pedrosa mulai mengendarai sepeda di awal usia empat tahun, ketika ia mendapat sepeda motor pertamanya, Italjet 50. Sepeda balap pertamanya adalah replika sepeda mini Kawasaki, yang ia punya di usia enam tahun dan digunakan untuk balapan dengan teman-temannya. Pedrosa berlomba di balapan yang sesungguhnya pada usia 9 tahun, ketika ia memasuki Kejuaraan sepeda motor mini Spanyol dan mengakhiri musim debutnya di tempat kedua, mencetak podium pertama di balapan kedua musim itu. Tahun berikutnya, Pedrosa memasuki kejuaraan yang sama, tapi masalah kesehatan menghambat dia untuk terus berkompetisi dan dia mengakhiri musim di posisi ke 3.
 

125cc

Pada tahun 2001, Pedrosa membuat debutnya di kejuaraan dunia kelas 125cc setelah terpilih dari Movistar Activa Cup, serangkaian rancangan untuk mempromosikan bakat balap segar di Spanyol, kembali pada tahun 1999. Di bawah bimbingan Alberto Puig, Pedrosa mencetak dua kali naik podium di musim pertama dan memenangkan balapan pertamanya pada tahun berikutnya, dan selesai di posisi ketiga dalam kejuaraan. Pada tahun 2003, ia memenangkan lima balapan dan memenangkan kejuaraan dengan dua putaran tersisa, mengumpulkan 223 poin. Pedrosa mencetak lima kemenangan dan enam podium. Seminggu setelah memenangkan kejuaraan, pada usia delapan belas tahun, kedua pergelangan kaki Pedrosa patah dalam kecelakaan selama latihan di Phillip Island, Australia.
 

250cc

Setelah memenangkan kejuaraan 125cc, Pedrosa pindah ke kelas 250cc pada tahun 2004 tanpa proper test pada sepeda baru karena pergelangan kakinya masih dalam proses penyembuhan selama musim-off. Menghadapi musim dengan persiapan kurang, Pedrosa memenangkan lomba pertama di Afrika Selatan untuk merebut gelar Kejuaraan Dunia 250cc, termasuk satu penghargaan rookie tahun. Dalam musim pertamanya di kelas 250cc, Pedrosa mencetak 7 kemenangan dan 13 podium. Pedrosa memutuskan untuk tinggal selama satu musim lebih banyak di kelas 250cc, dan dia memenangkan gelar lain, sekali lagi dengan dua balapan tersisa di kejuaraan. Pada tahun 2005, Pedrosa memenangkan 8 balapan dan mencetak 14 finis podium, meskipun dia menderita cedera bahu dalam sesi latihan di Grand Prix Jepang.
 

MotoGP

Pedrosa memutuskan pindah ke kelas utama MotoGP di musim balap 2006, bergabung dengan Repsol Honda. Kritik kepada Pedrosa bahwa tubuh mungilnya tidak akan cukup kuat untuk menunggangi sepeda yang besar dan berat di kelas utama MotoGP. Pedrosa ingin menunjukkan bahwa kritik yang ditujukan kepadanya salah, dibuktikan dari prestasinya yang menempati posisi kedua di seri pembuka di Sirkuit Jerez pada tanggal 26 Maret 2006. Pada penampilan keempat MotoGPnya pada 14 Mei 2006, ia memenangkan seri MotoGP pertamanya di Sirkuit Shanghai, Cina. Kemenangan ini membuatnya menjadi pemenang termuda ke-2 bersama Norick Abe di Kelas Premier setalah Freddie Spencer. Ia memenangkan balapan MotoGP keduanya di Donington Park dan menjadi kandidat kuat untuk Kejuaraan MotoGP. Itu adalah kemenangan mengesankan bagi Dani, yang berbagi podium pertama dengan Valentino Rossi di tempat 2. Dia juga mengambil dua posisi pole di paruh pertama musim. Sampai Grand Prix Malaysia di Sepang, Pedrosa berada di posisi 2 di Kejuaraan hanya di belakang rekan setimnyanya yang lebih berpengalaman, Nicky Hayden. Ia mengalami kecelakaan saat Free Practice dan menderita luka parah pada lutut, yang praktis membuat dia tersingkir. Pedrosa berada pada posisi start kelima pada grid di lomba yang karena pembatalan sesi kualifikasi karena hujan deras. Dia secara ajaib berhasil selesai di posisi ke-3 dalam lomba itu, hanya di belakang Rossi danDucati yang dikendarai Loris Capirossi.

Namun, di balapan berikutnya,dia mengalami kecelakaan yang membuatnya turun ke peringkat 5 di klasemen sementara MotoGP. Kecelakaan selanjutnya terjadi di Estoril. Setelah awal yang menjanjikan, Pada lap 5, ia dan Hayden terlibat dalam kecelakaan. Pedrosa membuat kesalahan sambil mencoba untuk menyalip Hayden, meluncur dan jatuh keluar dari perlombaan bersama Hayden. Kecelakaan ini membuatnya memiliki kemungkinan tipis untuk memenangkan kejuaraan dan Hayden juga menyebabkan kehilangan keunggulannya dalam klasemen kejuaraan, setelah Rossi berhasil selesai di posisi 2. Namun, dua minggu kemudian, Hayden bangkit untuk memenangkan kejuaraan sementara Pedrosa berhasil finis di posisi ke-4. Hasil ini membuatnya berada di tempat ke-5 di klasemen akhir di musim debutnya, memenangkan gelar sebagai Rookie of the Year dalam kategori MotoGP, mengalahkan rookie rekan dan saingannya di kelas 250 cc Casey Stoner. Pada tes (pasca musim 2006) tiga hari tahun 2006 di Jerez Spanyol, Pedrosa menempatkan 800 cc RC212V di bagian atas timesheets (di kualifikasi ban) selisih dengan Valentino Rossi 0,214 detik. Rossi menjadi yang tercepat untuk dua hari pertama tes. Pedrosa mencatatkan waktu 1 menit 39,910 detik di Sirkuit Jerez.
 

2007–2008

Pedrosa kembali membalap untuk Honda di tshun 2007 dengan motor baru 800cc Honda RC212V. Mesin RC212V memiliki masalah, tetapi dia mampu finis di posisi 2 klasemen akhir di belakang Casey Stoner dan di depan Valentino Rossi. Pedrosa menandatangani kontrak berdurasi 2 tahun dengan Repsol Honda untuk tahun 2008 dan 2009.

Pada tahun 2008, masalah dengan RC212V berlanjut ketika dia cedera di pramusim dan melewatkan tes pengembangan motor, namun dia memulai musim dengan baik dengan mencetak podium di seri pertama. Pedrosa terjatuh ketika dia memimpin perlombaan di GP Jerman dan hal itu menyebabkan ia cedera, mengharuskan dia untuk melewatkan dua seri berikutnya. Peforma ban Michelin di MotoGP memburuk, membuat Pedrosa beralih menggunakan ban Bridgestone di seri Indianapolis. Dia finis di posisi 3 klasemen akhir MotoGP 2008.


2009–2010

Seperti tahun 2008, Pedrosa terjatuh tes pra musim dan mencederai dirinya, melewatkannya untuk mengetes mesin sebelum memulai musim. Dia finis di posisi 11 di seri pembuka, dan kebugarannya mulai pulih pada seri selanjutnya. Pada seri kelima dia cedera kembali ketika sesi latihan dan kembali jatuh pada balapan, hal ini membuatnya tertinggal 33 poin dari pemimpin.[8] Pada 2010, Pedrosa kembali ke nomor 26, nomor yang dipakainya pertama kali saat masuk ajang MotoGP, meninggalkan nomor 2 di 2008 dan nomor 3 di 2009. Dia mengambil keputusan ini untuk fansnya yang memintanya kembali ke nomor yang selalu dia pakai. Pedrosa memenangkan empat balapan pada tahun 2010 dan finis di posisi kedua di belakang Jorge Lorenzo.


2011

Pedrosa ketika di GP Portugal 2011, di mana dia meraih kemenangan petamanya di musim 2011.
Pedrosa adalah salah satu dari 3 pembalap tim Repsol Honda pada tahun 2011, bermitra dengan Andrea Dovizioso dan Casey Stoner. Pedrosa meraih posisi podium tiga seri pembuka di musim 2011, dan puncaknya meraih kemenangan di GP Portugal 2011. Pada lap 18 dari balapan GP Perancis 2011, Pedrosa terlibat kecelakaan dengan pembalap tim San Carlo Honda Gresini Marco Simoncelli ketika bertarung untuk memperebutkan posisi kedua; Simoncelli melewati Pedrosa dari sisi luar di tikungan Chemin aux Boeufs, tetapi bagian belakang motornya mengenai bagian depan motor Pedrosa dan sebagai hasilnya, Pedrosa terjatuh ke tanah. Simoncelli terkena ride-through penalty, kecelakaan meninggalkan Pedrosa dengan patahnya tulang selangkanya, yang mana memaksanya untuk beristirahat hingga GP Italia 2011, pada saat itu dia finis di urutan kedelapan.

Pedrosa meraih kemenangan keduanya di GP Jerman 2011, setelah memanfaatkan kesalahan Lorenzo di sembilan lap tersisa. Dia finis ketiga di GP Amerika Serikat 2011 di akhir pekan , sebelum ia menggapai posisi pole pertamanya di musim itu pada GP Ceko 2011. Di GP Ceko 2011, dia terjatuh tetapi dia finis kedua untuk 3 seri selanjutnya, sebelum ia meraih kemenangan ketiganya pada GP Jepang 2011 di musim itu. Dovizioso finis di depan Pedrosa di kedua seri GP Australia 2011 dan GP Valencia 2011. Dia akhirnya finis di posisi keempat klasemen akhir di belakang Dovizioso.


2012

Pedrosa tetap bersama Repsol Honda pada tahun 2012, kembali bermitra dengan Casey Stoner. Pedrosa finis sembilan dari sepuluh balapan di podium, dengan hasil terbaik memenangkan GP Jerman 2012, sekaligus menjadi kemenangannya yang ketiga secara beruntun di seri tersebut.

Pedrosa dan Stoner telah menjauh dari pembalap lain dan berada di posisi satu-dua,sebelum stoner terjatuh di lap terakhir. Pada GP Italia 2012, Pedrosa telah menandatangani perjanjian kontrak berdurasi dua tahun dengan Repsol Honda untuk tahun 2013 dan 2014, dan akan bermitra dengan juara dunia Moto2 Marc Márquez.


Sumber: wikipedia

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image