1984 - Jaksa Agung RI melarang kepercayaan "Children of God".

Kategori Sejarah Hari Ini, March 13, 2016, Dilihat sebanyak 129 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Children of God (COG) yang belakangan dikenal sebagai Family of Loves (Keluarga Kasih), Keluarga, dan kini Keluarga Internasional adalah sebuah gerakan agama baru yang dimulai pada 1968 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Ini adalah bagian dari Jesus Movement (Gerakan Yesus) pada akhir tahun 1960-an. Sebagian besar anggotanya berasal dari gerakan hippie. Gerakan ini adalah salah satu dari banyak gerakan lainnya yang membangkitkan kontroversi sektepada tahun 1970-an dan 1980-an di Amerika Serikat dan Eropa dan memicu kelompok anti-sekte terorganisasi pertama (FREECOG).

Sementara gerakan ini bertumbuh dan meluas di seluruh dunia, demikian pula pesannya—keselamatan, Milenarianisme, revolusi rohani melawan dunia luar yang mereka sebut sebagai "Sistem"—dan kontroversi yang muncul sebagai akibatnya. Pada 1974, gerakan ini mulai bereksperimen dengan metode penginjilan yang disebut Menjala dengan Lirikan (Flirty Fishing)—dengan menggunakan seks untuk memperlihatkan kasih Allah dan memenangkan anggota baru dan mendapatkan dukungan. Praktik ini dihentikan pada 1987. Pendiri dan pemimpin mereka yang diakui sebagai nabi, David Berg, berkomunikasi dengan para pengikutnya melalui Surat-surat Mo (Mo Letters)—yaitu surat-surat yang berisikan petunjuk dan nasihat tentang berbagai topik rohani dan praktis—hingga ia meninggal dunia pada akhir 1994. Setelah kematiannya, jandanya, Karen Zerby menjadi pemimpin Keluarga.

Kehidupan seksual yang bebas dari kelompok ini, penerbitan dan distribusi tulisan-tulisan, foto-foto dan video mereka yang menganjurkan dan mendokumentasikan kehidupan seksual antara orang dewasa dan anak-anak, serta seksualisasi anak-anak, menyebabkan munculnya berbagai laporan tentang hubungan seksual antara orang dewasa dan anak-anak. Sejumlah penyidikan hukum dan akademik pada tahun 1990-an menyimpulkan "Keluarga" sebagai sebuah lingkungan yang aman bagi anak-anak, namun penyidikan-penyidikan itupun juga menyoroti masalah-masalah pada masa lampaunya.

Pemimpin "Keluarga", yang mengakui bahwa hanya beberapa anak yang mengalami pelecehan sejak 1978 hingga 1985, membuat kebijakan yang melarang hukuman yang berlebihan ataupun kontak seksual apapun antara orang dewasa dan anak-anak kecil. Mereka yang terbukti melecehkan anak-anak setelah Desember 1988 dikucilkan dari keanggotaan "Keluarga". "Keluarga" mewajibkan orang-orang yang memutuskan untuk melaporkan pelecehan anak-anak kepada pihak penegak hukum ataupun melakukan tuntutan hukum terhadap pihak yang dituduh melakukan pelecehan untuk meninggalkan kelompok ini sama sekali.Atau, apabila si tersangka pelaku pelecehan itu telah dikucilkan karena melakukan pelecehan kepada anak-anak, akan diturunkan status keanggotaannya hingga masalahnya diselesaikan.

Pada Januari 2005 seorang bekas anggota "Keluarga" dibunuh oleh Ricky Rodriguez, anak angkat pemimpin kelompok ini, yang telah meninggalkan kelompok ini beberapa tahun sebelumnya. Rodriguez kemudian melakukan bunuh diri. Hal ini mengejutkan anggota-anggota "Keluarga" maupun mereka yang pernah menjadi anggotanya, dan menimbulkan perhatian media yang cukup besar.

Kepercayaan

Para teolog telah menempatkan teologi dasar "Keluarga" dalam tradisi Kristen yang historis, ditambah dengan sejumlah kepercayaan yang tidak ortodoks. Sampai batas tertentu, mereka mengidentifikasikan diri, dan akan dipandang oleh kebanyakan orang, sebagai orang Kristen fundamentalis, meskipun sebagian dari keyakinan dan praktik mereka yang lebih radikal tentu akan dianggap non-tradisional, atau bahkan sesat, oleh kebanyakan orang Kristen fundamentalis.

"Keluarga Internasional" menyatakan bahwa mereka percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan dan penyataan yang suci. David Berg dianggap sebagai seorang nabi oleh mereka, dalam arti sebagai orang yang menyampaikan pesan-pesan dari Allah, bukan terutama sebagai orang yang meramalkan masa depan, meskipun seringkali ia berusaha melakukan hal itu, dan kebanyakan ternyata tidak akurat. Mereka percaya bahwa jabatannya telah diturunkan kepada istrinya, Karen Zerby, pada saat kematiannya. Mereka menganggap tulisan-tulisan yang diterbitkan resmi dari mereka bedua, namun bukan segala sesuatu yang telah mereka tulis, sebagai bagian dari Firman Allah. Sementara ada pemahaman dalam gerakan ini bahwa semua firman tidaklah mempunyai signifikansi yang sederajat, pada kenyataannya semuanya itu penting untuk dibaca dan diperhatikan.

Mereka percaya bahwa Amanat Agung penginjilan dunia adalah tugas dari setiap orang Kristen, dan bahwa hidup mereka harus dipersembahkan demi pelayanan kepada Allah dan orang lain. Mereka mempunyai sejumlah tingkat keanggotaan dan para "Murid Keluarga" yang paling tinggi komitmennya hidup secara komunal (bersama-sama). Mereka juga sangat menganjurkan anggotanya untuk mempunyai anak. Meskipun keluarga berencana mulanya sangat tidak dianjurkan, pilihannya diserahkan kepada setiap individu dan praktiknya ternyata cukup lazim.

Sebuah ajaran sentral dari teologi mereka adalah "Hukum Kasih". Secara sederhana, ajaran ini mengatakan bahwa bila tindakan seseorang dimotivasikan oleh kasih yang tidak egois dan penuh pengorbanan dan tidak dimaksudkan untuk menyakiti orang lain, maka tindakan itu sesuai dengan Kitab Suci, dan dengan demikian sah di mata Allah. Mereka percaya bahwa ajaran ini mengatasi semua hukum Alkitab lainnya, kecuali hukum yang melarang homoseksualitas, yang mereka yakini sebagai suatu "kekejian" di mata Allah. Mereka percaya bahwa Allah menciptakan seksualitas manusia, bahwa seksualitas adalah kebutuhan emosional dan fisik, dan merupakan sesuatu yang alamiah, dan bahwa hubungan heteroseksual antara orang yang dianggap dewasa menurut hukum dan sama-sama mau, adalah suatu keajaiban yang murni dan alamiah dari ciptaan Allah, dan diizinkan menurut Kitab Suci.

Para anggota dewasa boleh berhubungan seks dengan sesama anggota dewasa yang berlawanan jenis. Remaja di atas usia 16 tahun juga diizinkan berhubungan seks dengan remaja yang seusia mereka. Hubungan seks antara anak-anak dan orang dewasa dilarang keras. Para anggota "Keluarga" sangat dianjurkan untuk berhubungan seks dengan anggota yang manapun yang mungkin membutuhkan. Hal ini disebut "berbagi" atau "hubungan seks pengorbanan". Tak seorangpun boleh dipaksa melakukan hubungan seks di luar kehendak mereka, namun anggota-anggota yang tidak "berbagi" dianggap egois dan tidak mengasihi.

Seperti halnya dengan gerakan-gerakan apokaliptik dan milenarian lainnya, mereka percaya bahwa mereka kini hidup pada suatu masa yang dikenal dalam Kitab Suci sebagai "Hari-hari Terakhir" atau "Akhir Zaman", yaitu masa yang akan segera diikuti oleh kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Sebelum peristiwa itu datang, mereka percaya bahwa dunia akan diperintah selama 70 tahun oleh seseorang yang dikenal sebagai Anti Kristus, yang akan menciptakan suatu pemerintahan sedunia. Pada pertengahan masa pemerintahannya, ia akan sepenuhnya dikuasai oleh Setan dan hal itu akan mempercepat suatu masa yang penuh dengan kesusahan yang dikenal sebagai Zaman Kesusahan Besar. Ini adalah suatu masa yang penuh dengan penganiayaan yang hebat atas orang-orang Kristen serta masa di mana banyak terjadi bencana alam dan bencana-bencana lain yang tidak alamiah. Pada akhir masa ini, orang-orang Kristen yang setia akan diangkat ke surga dalam suatu peristiwa yang dikenal sebagai Pengangkatan yang akan segera diiikuti oleh suatu pertempuran antara Yesus dan Sang Anti Kristus yang biasa disebut sebagai "Pertempuran Armageddon". Dalam pertempuran ini Anti Kristus akan dikalahkan. Yesus Kristus akan memerintah Bumi selama 1000 tahun, suatu masa yang mereka sebut sebagai Milenium.


Sumber: Wikipedia

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST sejarah-hari-ini LAINNYA