Kabardewata.com

Sejarah Hari Ini

1922 - Howard Carter dan Lord Carnarvon menjadi orang-orang pertama yang memasuki makam Firaun Mesir

Kategori Sejarah Hari Ini, November 26, 2015, Dilihat sebanyak 322 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Lord Carnarvon 

George Edward Stanhope Molyneux Herbert, Earl ke-5 dari Carnarvon (lahir di Kastil Highclere, 26 Juni 1866 – meninggal diKairo, 5 April 1923 pada umur 56 tahun) adalah bangsawan Inggris yang membiayai ekskavasi makam Tutankhamun di Lembah Para Raja, Mesir.

Kehidupan pribadi
George Herbert lahir di Kastil Highclere, Hampshire pada 26 Juni 1866. Ia bersekolah di Kolese Eton sebelum kuliah di Trinity College, Cambridge. Gelar Earl dari Carnarvon diperolehnya pada tahun 1890. Pada 26 Juni 1895, Carnarvon menikah dengan Almina Victoria Maria Alexandra Wombwell, putri dari pasangan Marie Boyer dan Frederick Charles Wombwell. Alfred de Rothschilddari keluarga bankir Rothschild kemungkinan adalah ayah kandung dari Lady Carnarvon karena menunjuknya sebagai ahli waris.

Lord Carnarvon kaya raya dan dikenal sebagai pemilik kuca pacuan dan penggemar otomotif di era awal industri mobil. Ia juga sekaligus pengemudi yang ceroboh, dan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas serius pada tahun 1901 yang menyebabkan dirinya cacat.

Pada tahun 1902, Lord Carnarvon mendirikan peternakan Highclere Stud untuk membiakkan kuda keturunan murni untuk pacuan. Pada 1905, ia ditunjuk sebagai organisator di Pacuan Kuda Newbury yang waktu itu baru dibangun. Sejak itu pula, keluarga Lord Carnarvon secara turun temurun bergerak di bidang kuda pacuan. Sejak 1969, cucunya yang bernama Henry George Reginald Molyneux Herbert, Earl ke-7 dari Carnarvon menjadi Manajer Pacuan untuk Ratu Elizabeth II sekaligus teman terdekatnya.

Ketertarikan pada ilmu mesir kuno
Lord Carnarvon tertarik pada ilmu mesir kuno dan menjadi sponsor ekskavasi makam raja-raja di Thebes yang dilakukan Howard Carter. Pada tahun 1922, mereka berdua membuka makam Tutankhamun di Lembah Para Raja. Beberapa bulan kemudian, Lord Carnarvon meninggal dunia di Hotel Continental-Savoy, Kairo.[1] Kematiannya menjadi bahan spekulasi, termasuk kisah "Kutukan Tutankhamun" atau Kutukan Firaun. Walaupun demikian, kematiannya mungkin disebabkan bakteremia akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi bakterierisipelas. Howard Carter bertahan hidup hingga enam belas tahun berikutnya.

Makam Carnarvon terletak di atas bukit di Beacon Hill, Burghclere, Hampshire

 

Howard Carter

Howard Carter (9 Mei 1874 – 2 Maret 1939) adalah seorang arkeolog Inggris dan Egyptologist, yang terkenal karena menemukan makam Tutankhamun.

Awal karier
Howard Carter lahir di London, Inggris, anak dari Samuel Carter, seorang seniman terampil, yang melatihnya untuk menjadi seniman, dan Martha Joyce (Sands) Carter.

Pada tahun 1891, pada usia 17, ia yang telah menjadi seniman muda berbakat, dikirim oleh Egypt Exploration Fund untuk membantu Percy Newberry dalam penggalian dan merekam Middle Kingdom di makam Beni Hasan. Bahkan pada usia muda ia sangat inovatif dalam meningkatkan metode menyalin dekorasi makam. Pada 1892 ia bekerja di bawah pengawasan Flinders Petrieselama satu musim di Amarna, ibukota yang didirikan oleh Firaun Akhenaten. Pada 1894-1899 Ia kemudian bekerja denganÉdouard Naville di Deir el-Bahari, untuk merekam dinding relief di Candi Hatshepsut.

Pada tahun 1899, Carter diangkat sebagai Kepala Inspektur Pertama Egyptian Antiquities Service (EAS). Ia mengawasi sejumlah penggalian di Thebes (sekarang dikenal sebagai Luxor) sebelum ia dipindahkan pada tahun 1904 untuk Inspektorat Mesir Hilir. Carter mundur dari Dinas Kepurbakalaan tahun 1905 setelah adanya penyelidikan atas sebuah perselisihan (dikenal sebagaiSaqqara Affair) antara penjaga situs Mesir dengan sekelompok turis Perancis di mana ia berpihak pada personil Mesir.

Penemuan makam Tutankhamun
Lord Carnarvon membiayai penggalian Carter di Lembah Para Raja dari 1914, meski sempat terhenti oleh Perang Dunia I sampai 1917. Namun Lord Carnarvon menjadi tidak puas karena penggalian bertahun-tahun itu tanpa hasil memadai, dan pada 1922, dia memberitahu Carter bahwa dana hanya akan diberikan satu musim lagi.Setelah 3 tahun menjalani masa-masa sulit, Carter dipekerjakan oleh Lord Carnarvon untuk mengawasi penggalian baru pada tahun 1907. Ia diperkenalkan oleh Gaston Maspero, yang ingin agar Carter menerapkan metode arkeologi dan sistem pencatatan modern dalam penggalian-penggalian yang dibiayai Lord Carnarvon.
Pada tanggal 4 November 1922, kelompok penggalian Carter menemukan tangga yang menuju makam Tutankhamun yang merupakan makam Fir’aun yang paling utuh yang pernah ditemukan di Lembah Para Raja. Ia segera memberitahukannya pada Lord Carnarvon. Pada tanggal 26 November 1922, bersama Lord Carnavon, putrinya dan orang-orang lain yang hadir, Carter membuat sebuah lubang kecil hingga ia mampu melihat ke dalam. Dengan cahaya lilin, Carter dapat melihat betapa banyaknya harta yang masih tertinggal di tempat tersebut. Ketika Lord Carnarvon menanyakan "Bisakah kau melihat sesuatu?", Carter mengatakan "Ya, benda-benda menakjubkan." 

Akhir karier
Pekerjaan di makam dengan ribuan benda temuan tersebut berlanjut hingga 1932. Setelah penemuan sensasional tersebut, Howard Carter pensiun dari arkeologi dan menjadi agen paruh waktu untuk kolektor dan museum, termasuk Cleveland Museum of Art dan Detroit Institute of Arts. Ia mengunjungi Amerika Serikat pada tahun 1924, dan memberikan serangkaian kuliah di berbagai kota.

Carter meninggal karena penyakit Limfoma, sejenis kanker, di Kensington, London pada tanggal 2 Maret 1939 di usianya yang ke-64 tahun[7]. Kematian arkeolog ini terjadi lama setelah pembukaan makam. Hal ini cukup membuktikan bahwa kutukan Firaun, yang menyebutkan bahwa pihak yang memasuki makam Firaun akan tertimpa sial, sakit, bahkan mati, ternyata tidaklah terbukti.


Sumber: wikipedia

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image