“Lontar Pengayam-ayaman” Masih Diyakini Penggemar Tajen

Kategori Opini, January 19, 2016, Dilihat sebanyak 1125 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Ada satu buah lontar kuna yang isinya menguraikan tentang hari baik dan buruk dalam menentukan kemenangan dalam permainan sambung ayam (tajen). Ialah disebut dengan lontar Pengayam-ayaman yang secara detail menerangkan pertemuan pancawara, saptawara dan wuku mempengaruhi kemenangan dan kekalahan pertarungan seekor ayam.

Meski lontar ini terbilang cukup kuna, namun saat ini ilmu-ilmu dari lontar ini seakan tidak pernah hilang seiring dengan keberadaan permainan sabung ayam (tajen). Bagi beberapa kalangan penggemar tajen keberadaan lontar ini dikatakan sebagai sebuah tuntunan yang cukup berguna untuk menentukan kemenangan dalam permainan ini.

Salah seorang penggemar tajen yang enggan disebut namanya mengaku bahwa ia sering mempraktikan apa yang dibaca dalam kutipan lontar pengayam-ayam. Akan tetapi dalam setiap mengikuti permainan tajen lontar yang ia baca tidak selamanya berlaku benar, namun tak jarang juga malah meleset dari perkiraannya.

“Saya punya salinannya yang berbentuk buku (lontar pengayam-ayaman), sering juga digunakan namun ada yang cocok dan ada yang tidak cocok,” Ungkapnya, (12/1/2016).

Permainan tajen ini menurutnya lebih cendrung ditentukan pada nasib, meskipun secara mendalam meyakini kebenaran lontar pengayam-ayaman. “Kemenangan juga tergantung nasib saya, seperti waktu ini pas nasib sedang jelek ya kalah,” kenang pria berkacamata ini.

Sementara penggemar tajen lain yang menyebut dirinya bebotoh tajen mengakui juga tentang keyakinannya terhadap lontar pengayam-ayam. “Saya gunakan sebagai pedoman dalam bermain tajen, bisa menang bisa kalah tetapi tergantung tetengger juga,” ungkapnya.

Hal lain yang menurutnya berpengaruh terhadap ketidak cocokan lontar pengayam-ayam saat ini adalah karena dalam permainan ini tidak lagi mempertarungkan ayam lokal saja, namun juga membawa ayam-ayam jenis luar seperti pucer, peru, lensi dan jenis ayam luar lainnya.

“Terkadang sulit juga menentukan, ayam yang dimuat di lontar bisa berbeda di kalangan, apalagi sekarang munculnya ayam-ayam luar sering juga jadi salah menebak,” bebernya.

Adapun berikut kutipan lontar pengayam-ayaman yang berlaku Anggara Manis Wariga dan Buda Paing Wariga yang berbunyi:

“Anggara Manis. Kajeng Urukung, Lundre: Ngango beduur binge (M) polos. Sangkur polose jaye. Brumbun, kelawu talu, biing (M) buik. Se kedas terus jaye. Wangkas talu. Wangkas polose jaye. Kedas batise dadi”.

“Buda paing. Pasah Paniron. Brahma: Kuning batise jaye. Ijo jaye. Sangkur kedase talu. Barak batise jaye. Srawah jaye. Klawu kedas talu. Biing kuning barak jaye. Brumbun jaye. Biru gadang batise jaye”.


Sumber: suluh bali

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST opini LAINNYA
Opini

Bloody Angel

     10 Apr 2016   110  

Opini

Tinggkatan Kasta Orang Bali

     02 Mar 2016   253