Kabardewata.com

Cerita Bersambung

Misteri Nenek Kerudung Merah dan Petani Tengah Malam Bagian 2

Kategori Cerita Bersambung, November 15, 2015, Dilihat sebanyak 427 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Setelah kejadian teror nenek kerudung merah di rumah ane itu, tidak ada lagi teror dari mahkluk tersebut. bahkan ane sebenarnya menunggu kalau2 si nenek balik lagi, ternyata sampai hari ini pun teror itu tidak pernah terjadi lagi.
oke semua sudah berlalu dan ane bisa menjalani hidup normal layaknya remaja yang bertumbuh dewasa dgn normal. tidak ada lagi rasa takut atau parno, tidak ada teror, tidak ada lagi penampakan atau gangguan2 dalam diri ane. Ane bisa menyelesaikan bangku SMP dengan baik, dan kini ane masuk ke salah satu sekolah swasta di daerah Jakarta Barat. di Tahun pertama ane masuk SMA, ada sebuah event yg wajib diikuti seluruh siswa sekolah ane. LDK gan, kepanjangan dari Latihan Dasar Kepemimpinan. diadakan tidak di sekolah, tapi di Gadog, Jawa Barat. langsung ke Intinya aja gan, di LDK ini ada jerit malamnya. saatnya sekarang giliran ane jalan Jerit Malam bareng temen ane, sebut aja HD. ini adalah pertama kalinya lagi ane keluar tengah malam semenjak kejadian nenek kerudung merah itu. Ane cukup takut saat itu gan, karena terbesit pikiran2 negatif. tapi pikiran negatif itu ane lawan dengan nyanyian2, senandung2 yang ane lakukan selama jerit malam. dan HD yg sebenernya kagak doyan nyanyi, jadi ikut nyanyi bareng ane selama perjalanan Jerit Malam kita. menurut pengawas jika berjalan kaki normal, kita akan memakan waktu sekitar 40-45menit perjalanan. Ane berpikir cuma sebentar, tapi sebenarnya perjalanan ini adalah perjalanan panjang yg menegangkan dan mungkin menakutkan buat ane & HD.

Oke ada 8 Pos yg harus kita lewati. tiap POS berjarak sekitar 5 menit jalan kaki. melewati pos 1 sampai 4 tidak ada kejadian yg menarik, jadi kita skip saja.

Setelah pos 4, kita harus melewati jalan setapak yg sblh kanannya adalah pohon-pohon bambu. disinilah teror dimulai.. ane sempat berpikir bahwa kakak2 pengawas & panitia akan melakukan tingkah konyol dgn menakuti kami, namun ada satu perkataan kakak pengawas yg berkata "kita menghormati mereka yg tidak terlihat, karena itu kita tidak akan mencoba menyentuh garis batas antara dunia kita & dunia mereka. Dgn kata lain tidak ada panitia yg akan berpura-pura menjadi "mereka". dan memang benar apa yang dikatakan pengawas itu. ada 8 pos, 1 pos di isi oleh 4 orang. dan jumlah seluruh panitia & pengawas adalah 36 orang. 4 orang yg tidak jaga pos menjadi team penyapu + Kesehatan, maksudnya keliling kalau2 ada yg kenapa2.

Oke kembali ke TKP, ketika melewati pohon2 bambu yg jumlahnya sangat banyak, HD sejenak berhenti, dia menengok ke kanan dan terpaku pada satu arah. ane berpikir dia kelelahan, secara kita jalan sudah lumayan jauh. tiba2 ane serasa di timpuk batu sebesar buah rambutan. ane nengok ke arah asal drmn batu itu berasal. ane perkirakan berasal dari arah yg sma kala HD terpaku memandang. namun tidak ada siapa2. ane mencoba berkomunikasi dgn HD, namun HD cuma terdiam. yg ane lihat wajah HD pucat, bibirnya putih. kaya orang sakit. beberapa saat kemudian tercium bau yg menyengat. sangat tidak enak baunya. ane berinisiatif untuk lari narik baju si HD. ini adalah jurus yg menurut ane tidak membuat ane terlihat penakut jika memang kakak kelas yg ngerjain kita saat itu. ane bisa mengelak kalau ane menyelamatkan HD dari kepucatpasiannya.. akhirnya kita sampai di Pos 5, HD masih diam gak bersuara. ane minta air minum untuk diberikan pada HD sm pengawas & panitia. mereka melihat kondisi HD yg menurut ane cukup memprihatinkan, namun HD bersikeras melanjutkan sisa 3 pos lagi. Oke no problem, susah senang kita lari bersama bro HD.. 

Kali ini utk menuju ke Pos 6 kita kudu melewati Persawahan. jalan hanya selebar kurang lebih 30cm membuat langkah kaki kita melambat. ya, ane gak pengen gan kejebur di sawah yg berair.

beberapa saat melewati sawah, dari jarak pandang sekitar 30-50 meter, ane melihat sesosok laki-laki, menggunakan topi petani, memegang cangkul, memakai pakaian serba hitam-hitam. ia membiarkan kancing2 pd pakaian hitamnya terbuka. sedikit buncit yg ane lihat perutnya.

Siapapun orang pasti mengira bahwa ia adalah petani yg sedang mengerjakan ladang tani nya, eits tapi kenapa harus malam2 begini? jam tangan ane menginfokan angka pukul 00:20an kurang lebih. ketika kita berjalan berada 1 garis lurus dgn nya, ia mulai mencangkul ladangnya. namun keganjilan terjadi di sini, jarak antara ane & petani itu hanya sekitar 10 meteran. ane bs melihat warna kulit si petani yang PUCAT!! ane bisa melihat tangan, perut & betis kakinya, semua berwarna Pucat. seperti MAYAT! dan si petani melakukan gerak mencangkul seperti SLOW MOTION.. 

Mohon jangan gagal paham gan, coba agan-aganwati khayalkan, bagaimana gerakan manusia yg mencangkul ala slow motion, tp patah2.. seperti JuOn (film hantu jepang yg merangkak). slowmotion + patah-patah!!

Yap, ane tau itu Hantu, tp ane berusaha tenang, karena teringat kata2 pengawas, ane kudu menghormatinya. ane sudah melewatinya, jaraknya sekitar 40-50 meteran dari ane & HD berdiri, dan ketika ane sekali lagi memandang ke petani itu, kali ini si petani memutar kepalanya sekitar 135 derajat memandang ane & HD, sambil tersenyum lebar!! kali ini ane & HD cuma bisa lari ga jelas.. setelah sampai di pos 6, HD malah bertanya "Lu lari kenapa sih coy??" ane bingung dgn pertanyaannya. ane balik nanya "Lah lu sendiri kenapa lari?" dia bilang dia lari ngikutin ane lari, dan ane nanya soal petani di sawah, dan dia bilang dia gak lihat ada petani di sawah. Jadi cuma ane gan yg melihat petani di sawah, Tapi... bukan cm ane yg liat petani itu, HD juga lihat petani itu tapi di pohon-pohon bambu. ciri2nya sama dengan apa yg ane lihat, pakai topi petani, baju dgn kancing terbuka, celana yg digulung sampai lutut, pakaiannya berwarna hitam, membawa cangkul, perut buncit & kulitnya pucat. namun versi HD wajah si petani bagian sebelah kirinya Hancur penuh ulat/belatung!! 

Pos 6! ya kami beristirahat sejenak disini, dan berkeluh kesah kepada pengawas & panitia di pos ini. Suasana semakin menegangkan ketika menurut kabar dari Walkie Talkie ada peserta & panitia yg kesurupan di Pos 2.. dan banyak barang2 peserta yg berantakan tercecer di halaman Villa, seperti ada yg mengacak2. padahal barang2 mereka ada di dalam kamar mereka yg TERKUNCI karena ditinggal pemiliknya jerit malam. siapa pelakunya?
Oke kita biarkan mereka yg kesurupan di Pos 2 dan mereka yg di teror di Villa. saat ini ayo kembali ke TKP, dimana ane, HD dan 4 orang panitia-pengawas di pos 6.

Karena ane berpikir 2 pos tinggal 10 menit perjalanan, ayo lari, coy, kalo lari kita bs mengikis waktu (secara anak futsal jadi belagu sedikit gan) 

Dari pos 6 ane & HD lari. lari sejadi-jadinya, dan Sialnya sampai Pos 7 kita ga nemuin orang siapapun.. "Jiah pengawas & Panitianya aja tunggang langgang, Gak tanggung jawab nih orang2" demikian omelan ane & HD cuma diem aja sambil jongkok di Pos 7. kenapa ane tau itu Pos 7, karena ada kertas tulisan Pos 7 tapi gak ada orang. oke ane berinisiatif istirahat 1 menit di pos ini, toh tempatnya gak gelap2 banget, ada lampu yg samar2 dari rumah penduduk desa. saat ane lgi selonjoran sejenak di tanah, HD bisik-bisik ke ane kalo dia ngeliat sekelebat-sekelebat mahkluk2 yg bergerak di sekitar tempat kita. kali ini HD lagi2 terlihat ketakutan, karena menurutnya ada sosok mahkluk yg tubuhnya besar, mungkin 3-4 meter tingginya, berbulu dan seperti gorila raksasa bentuknya. ia mendeskripsikan dengan wajah ketakutan, dan ane melihat tangannya gemeteran. ane bs menyaksikan bahwa kali ini HD sungguh terlihat frustasi , tanpa pikir panjang ane tarik tangannya HD, "Lari HD! Lari coy!!" ane & HD lari sejadi-jadinya. ane sebenernya uda kelelahan gan, tapi entah darimana kekuatan yg ane & HD dapatkan sampe2 kita kuat gan buat lari lagi.

Dari Jauh ane ngeliat ada cahaya terang banget, banyak orang berkumpul, ane mulai menghentikan lari ane & mengubah kecepatan dgn berjalan normal. ane ngeliat HD, ane tepok pundaknya, ane bilang "Kita Finish coy.. kita berdua nyelesein tantangan koplak ini!" HD cm diem aja, wajahnya masih pucet, dia cuma nunduk. tapi pucetnya HD kok aneh, begitu pikiran ane. dia ketakutan banget kayaknya, dan ane nanya skali lg ke HD utk mastiin dia baik2 aja. "coy, lu gapapa kan?" dia nengok ke ane, dan dia senyum gan.. senyum yg ga pernah ane liat dari HD. ane jadi inget Petani tadi, ane jg jadi inget sama Nenek kerudung merah.. senyum mereka sama, persis & senyum penuh teror..

Sampai di Pos 8 atau Pos terakhir, pos dimana para peserta dikumpulkan, ane langsung melapor sama pengawas Pos. ane protes kenapa pos 7 di kosongkan, menurut mereka jerit malam di stop setelah adanya teror2 yg terjadi malam ini. semua peserta disuruh stop di pos masing2 terakhir berhenti, sedangkan ane & HD dapet sialnya aja. perintah stop sesaat setelah ane cabut dari pos 6, dan sampai di pos 7 panitia-pengawas sudah tidak ada.
lalu pengawas bertanya sesuatu yg bikin ane was-was dan kaget!!? "Lu kok cuma sendiri, Pasangan lu mana? dari jauh gua liatin kok cuma 1 orang yg balik"

Ane shock gan, suer shock.. ane yakin td bareng HD! ane yg narik tangannya, ane liat dia ketakutan saat lari, ane liat dia diem tertunduk sambil jalan, dan ane liat dia TERSENYUM 

Selang beberapa menit dalam kebingungan ane, ane dgr kabar dr panitia kalo HD pingsan di pos 7. ane lari sendiri gan ke pos 7 untuk mastiin bahwa beneran HD di pos 7. sampai di Pos 7 si Hd lagi duduk bareng panitia2 lain, lagi di ksh minyak angin & minum. pertanyaannya, "SIAPA YG LARI SAMA GUA, COY??"

 

Tamat


Sumber: kemproh007

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image