REI Bali : Uang Muka FLPP Hanya 5 Persen

Kategori Bisnis Bali, July 11, 2018, Dilihat sebanyak 128 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bali, menegaskan down payment (DP) atau uang muka, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya 5 persen sesuai ketentuan pemerintah.

Sebab sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 64 Tahun 2016, tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dijelaskan bahwa MBR adalah masyarakat dengan keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah.

REI Bali meminta Bank Indonesia mengkaji ulang kebijakan pelonggaran rasio pembiayaan (LTV) terkait uang muka pembelian rumah pertama karena bisa memberatkan cicilan konsumen.

"Ketika bank memberikan DP nol persen otomatis cicilan akan naik karena DP itu sebenarnya mengurangi cicilan," kata Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura menanggapi kebijakan pelonggaran uang muka (DP) kredit rumah di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, nominal kredit atau cicilan rumah bisa naik apabila suku bunga acuan kembali naik.

Dia menambahkan uang muka kredit rumah merupakan tanda keseriusan konsumen yang menjadi pegangan bagi pengembang.

"Di lain sisi tanggung jawab dari konsumen tetap ada, pegangan bagi pengembang bahwa konsumen memang serius membeli rumah juga ada. Jadi lebih seimbang," imbuhnya.

Ia mengharapkan uang muka masih tetap baku diterapkan dengan persentase ideal hingga 10 persen dari harga rumah.

Hingga saat ini, lanjut dia, belum ada konsumen yang mengajukan minat atau meminta informasi pembelian rumah setelah kebijakan itu dipublikasikan dan efektif berlaku 1 Agustus 2018.

Begitu juga dengan kalangan perbankan, kata dia, juga belum ada kepastian akan memberikan bebas uang muka kredit kepemilikan rumah pertama atau pembiayaan sepenuhnya diberikan oleh bank."Kami belum melihat efeknya, belum serta merta melihat, mereka masih `wait and see`," ucapnya.

Bank Indonesia melonggarkan kebijakan rasio pembiayaan (LTV) untuk kredit kepemilikan rumah pascakenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, sehingga BI tidak lagi mengatur ketentuan uang muka pembelian rumah pertama tetapi diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing bank.

Kebijakan itu diharapkan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Apalagi sektor properti menimbulkan efek ganda yang besar di antaranya tenaga kerja dan mendorong konsumsi khususnya kebutuhan konstruksi.

Dengan pelonggaran tersebut, perbankan bisa saja memberikan pembiayaan penuh hingga 100 persen tentunya setelah mempertimbangkan analisis faktor risiko debitur. Artinya debitur bisa membeli rumah dengan fasilitas KPR tanpa uang muka asal sudah melalui penilaian bank terkait manajemen risiko debitur


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST bisnis-bali LAINNYA
Restoran

Sea Circus

     17 Jun 2016   156  

Hospitality

Dannys Homestay

     12 Jun 2016   159  

Restoran

Swept Away At The Samaya

     09 Jun 2016   197  

Hospitality

Surya Husadha Hospital

     25 May 2016   434  

Taman Rekreasi

Bali Bird Park

     25 May 2016   162  

Restoran

Petani Restaurant

     25 May 2016   134  

Cafe

Dupa Cafe di Drupadi

     25 May 2016   274  

Jasa

Pondok Taman Sari

     06 Mar 2016   218  

Jasa

Komodo Tours Holiday

     06 Mar 2016   149  

Restoran

Bebek Bengil

     04 Mar 2016   147