Mangsi Coffee

Kategori Cafe, September 11, 2015, Dilihat sebanyak 138 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Salah satunya Mangsi Coffee di Jl Hayam Wuruk Denpasar yang mulai buka 2013. Namun, pada 5 Juli 2014 Mangsi Coffee justru merayakan ulang tahun ke-10. Lho, kok?

Usut punya usut, Mangsi Coffee memang sudah memproduksi kopi sejak sepuluh tahun lalu. Sedangkan, kedai kopi Mangsi Coffee baru dibuka tahun lalu.

“Sepuluh tahun itu pabriknya. Sebenarnya Mangsi berawal dari pabrik kopi yang berdiri pada 2004. Tapi, baru pada 2013 kami percaya diri untuk mendirikan coffee shop sendiri,” ungkap Windu Segara, pemilik Mangsi Coffee.

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-10, Mangsi Coffee menggelar “Mangsi Virus Coffee Fever”. Acara ini sukses mengumpulkan anak-anak muda Bali di Mangsi Coffee hingga semua meja terisi penuh. Sembari merayakan ulang tahun, pengunjung menikmati penampilan Black Revolver, Pygmy Marmoset dan Bayu Cuaca.

Hal menarik lainnya, pengunjung juga mendapatkan kopi gratis.

“Malam ini kita bisa menikmati signature coffee secara gratis. Kami meracik kopi ini dengan bahan yang tidak biasa, seperti cengkeh, kurkuma, arak dan lain-lain. Bahan-bahan itu adalah olahan dari alam Bali sendiri. Kami ingin mengenalkan kopi Bali dengan campuran sumber daya alam yang ada di Bali,” ujar Windu.

Setelah sepuluh tahun berdiri, Mangsi Coffee terus menghadirkan racikan kopi yang inovatif. Mangsi Coffee berusaha menciptakan produk yang lain dari yang lain. Seluruh menu di Mangsi Coffee adalah hasil kreativitas tim barista yang handal. Bahkan, Windu mengaku perlu waktu dua tahun lamanya untuk membuat satu racikan kopi.

Kedai kopi kini menjadi tren baru di kalangan anak muda Denpasar. Banyaknya kedai kopi yang bermunculan tentu akan menimbulkan persaingan. Namun, Windu tak merasa takut dengan munculnya kedai kopi lain. Windu justru mendukung fenomena ini.

“Saya melihat memang semakin banyak coffee shop di Denpasar. Saya mendukung hal ini, sebab budaya minum kopi semakin meluas. Pada dasarnya kan setiap orang Bali punya kebiasaan minum kopi sehari-hari. Tapi belum menjadi tren. Saya berharap virus Mangsi ini membuat minum kopi asli Bali menjadi pembaharuan budaya di Denpasar,” tutup Windu. [b]


Sumber: www.balebengong.net

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST cafe LAINNYA
Cafe

Cafe lateO

     05 Jul 2017   127  

Cafe

Cafe Sprout, Canggu

     31 Aug 2016   65  

Cafe

Arang Sate Bar, Ubud

     11 Aug 2016   60  

Cafe

2day Cafe Tanjung Benoa

     21 Jul 2016   71  

Cafe

Nebula Petitenget

     14 Jul 2016   56  

Cafe

Kakiang Garden Cafe Ubud

     12 Jul 2016   108  

Cafe

Saint Jhon Café

     29 Jun 2016   82  

Cafe

Seniman Coffe Studio

     18 Jun 2016   107  

Cafe

Dupa Cafe di Drupadi

     25 May 2016   114