Kabardewata.com

Travel

5 Tradisi Sepanjang Hidup Masyarakat Bali

Kategori Travel, June 26, 2016, Dilihat sebanyak 566 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Tidak hanya panorama dan tempat wisata saja yang menarik di Bali. Tradisinya pun sangat menarik untuk diketahui. Mengapa? Karena dengan mengetahuinya Anda paling tidak memiliki sedikit gambaran ketika berada di Pulau Bali dan melihat keramaian masyarakat Bali sedang mengadakan salah satu tradisi tersebut. Oleh sebab itu, berikut ini adalah 5 tradisi besar sepanjang hidup masyarakat Bali:

1. TRADISI JATAKARMA

Pengertian

Tradisi Jatakarma adalah tradisi yang dilakukan ketika seorang bayi baru saja lahir. Dilakukan upacara ini sebagai ungkapan kebahagiaan orang tua sang bayi. Selain itu upacara ini juga diyakini untuk memberikan keselamatan pada sang bayi hingga besar.

Tata Cara Tradisi

Makanan yang terdiri dari nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya disiapkan beserta canang (persembahan yang berupa bunga) yang berfungsi sebagai atribut upacara. Kemudian seorang pemimpin upacara adat akan mendoakan bayi dengan persembahan dan makanan. Kemudian ari-ari sang bayi dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kendi dan ditutup rapat. Sebelum akhirnya dibungkus dengan kain putih dan diberi bunga kendi biasanya dituliskan aksara Hindu. Setelah selesai semua kendi ditanam di halaman rumah dengan pengaturan di sebelah kanan pintu ruangan rumah (dilihat dari dalam rumah) jika anak laki-laki dan kiri jika perempuan.

2. TRADISI POTONG GIGI

Pengertian

Tradisi Potong Gigi diperuntukkan bagi masyarakat Bali yang sudah menginjak umur dewasa. Tujuan diadakannya upacara potong gigi adalah untuk mengendalikan sifat-sifat buruk yang ada dalam manusia seperti hawa nafsu, tamak, kemarahan, iri hati dan lainnya.

Tata Upacara

Upacara potong gigi diawali dengan memotong rambut orang yang hendak dipotong giginya terlebih dahulu. Kemudian orang tersebut dipersilahkan untuk naik ke bali tempat upacara pemotongan akan dilakukan dengan sebelumnya menginjak caru sebagai lambang keharmonisan kemudian mengetukkan linggis tiga kali. Setelah itu upacara pemotongan gigi pun dilakukan. Namun tidak seperti arti kata sebenarnya, upacara potong gigi sebenarnya dilakukan hanya dengan mengikir 6 deretan gigi paling atas saja. Pengikiran tersebut dipercaya adalah simbol pembersihan sifat-sifat buruk yang terdapat dalam orang tersebut. Setelah dikikir orang tersebut berkumur air sambil menjepit caket. Lalu ia pun akan memohon anugerah Tuhan untuk kesejahteraan hidupnya.

3. TRADISI OTONAN

Pengertian

Tradisi Otonan adalah tradisi untuk merayakan hari ulang tahun ala masyarakat Bali. Upacara dilakukan dalam tradisi ini sebagai wujud permohonan berkat dari Tuhan untuk mendapat keselamatan dan kesejahteraan.

Tata Upacara

Biasanya Tradisi Otonan dilakukan oleh orang yang sudah dewasa. Tidak seperti perayaan ulang tahun pada umumnya yang dilaksanakan setiap tanggal kelahiran, Tradisi Otonan dirayakan setiap 6 bulan sekali berdasarkan perhitungan adat Hindu yang disebut Wewaraan dan Wuku atau Pawukon. Tata cara upacara dilaksanakan dengan membuat sesajen lalu dilakukan pemujaan Tuhan sesuai adat Hindu.

4. TRADISI PAWIWAHAN

Pengertian

Perayaan pernikahan masyarakat Bali disebut dengan upacara pawiwahan. Tujuan diadakannya tradisi tersebut adalah untuk mewujudkan keluarga yang bahagia lahir batin hingga memiliki keturunan.

Tata Cara Upacara

Terdapat 8 langkah upacara. Pertama adalah Mapesedek. Upacara ini terlihat seperti upacara lamaran pada umumnya di mana mempelai pria datang ke rumah keluarga wanita untuk memberitahukan keinginan menikahi. Dilanjutkan dengan Makta Penangsek yaitu kunjungan keluarga pria ke keluarga wanita dengan membawa sesajen dan bingkisan.Ngambil Pengantin Istri adalah ritual berikutnya. Saat ini pria menjemput wanita untuk di bawa ke rumah sang pria. Dilanjutkan dengan Ngayab Pabiya Kaon yaitu ritual penyucian diri dari hal buruk yang mungkin menyertai kedua mempelai. Puncak acara dikenal sebakai Mekalan-kalan yaitu kelanjutan ritual penyucian diri. Tidak berhenti di situ, penyucian diri dan permohonan restu kepada Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewa Semara Ratih atau Dewa Asmara pun menjadi kelanjutan ritual yang disebut sebagai Widi Widana. Hingga akhirnya sampailah padaMepejati yaitu upacara permohonan pamit pada keluarga wanita dan para arwah leluhur di pura keluarga wanita. Dan ditutup oleh Ngayab yang merupakan upacara penyucian diri lainnya di kediaman pria atau kediaman yang akan menjadi tempat tinggal kedua mempelai kelak.

5. TRADISI NGABEN

Pengertian

Ritual yang diperuntukkan bagi masyarakat Bali yang sudah tiada ini dilakukan dalam rangka mengirimkan jenazah pada kehidupan mendatang.

Tata Cara Upacara

Jenazah sebelumnya diletakan dalam dengan posisi seperti orang tidur dalam sebuah peti. Peti tersebut kemudian diletakkan dalam sebuah lembu. Nantinya jenazah akan dibakar sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan. Biasanya tanggal tersebut dipilih sebagai hari baik oleh para penatua adat. Selama upacara keluarga dianjurkan untuk tidak menangis karena Upacara Ngaben dipercaya sebagai upacara yang harus disambut dengan suka cita agar dapat memudahkan jenazah mencapai nirwana.


Sumber: VillaBali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image