Kabardewata.com

Sosial Budaya

Ujian Nasional, SMA dan SMK di Bali Mantapkan Persiapan

Kategori Sosial Budaya, March 29, 2016, Dilihat sebanyak 327 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015-2016 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Bali diikuti setidaknya oleh 53.860 siswa, dengan rincian 25.818 siswa SMA, 959 siswa Madrasah Aliyah (MA), 42 siswa SMA Luar Biasa dan 27.041 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berbagai persiapan ptelah dilakukan pihak sekolah, untuk menghadapi Ujian Nasional tahun ini, yang akan diselenggarakan tanggal 4 sampai 6 April 2016 untuk tingkat SMA, dan tanggal 4 sampai 7 April 2016 untuk tingkat SMK.

Salah satunya yang dilakukan di SMK PGRI 3 Denpasar, dengan sejumlah persiapan baik itu Try Out eksternal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tingkat Provinsi serta Kota Denpasar, dan pemantapan internal dengan pre-test serta post-test. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana kepada Kabar Dewata disekolah setempat, menjelaskan, seluruh persiapan itu untuk melihat indikator perkembangan kemampuan akademis 650 siswanya, yang terdiri dari 2 program keahlian yaitu tata boga dan akomodasi perhotelan.

"Ya sudah kita lakukan persiapan semuanya, eksternal, internal, termasuk Guru dan Siswa. Kita ingatkan agar serius dalam menghadapi UN, untuk memperoleh hasil terbaik," ucapnya.

I Nengah Madiadnyana menambahkan, selain sejumlah persiapan itu, yang tidak kalah penting dalam Ujian Nasional ini, adalah bagaimana komitmen tenaga pendidik dan siswa, dalam menjaga objektifitas penilaian. Hal itu menjadi penting, karena UN tahun ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan para siswa, karena otoritas itu sudah dikembalikan kepada masing-masing satuan pendidikan, sejak Ujian Nasional tahun lalu. Secara umum ia mengaku, untuk di SMK PGRI 3 Denpasar, akan mengikuti dan mewujudkan proses UN yang berintegritas, atau mengedepankan azas kebenaran dan sportifitas dalam menamatkan para siswa pada proses akhir pembelajaran.

"Kita komit untuk mewujudkan UN berintegritas. Jadi tidak ada istilah penilaian subjektif. Semuanya objektif, dasar kelulusan menggunakan sejumlah indikator, mulai dari nilai raport, hasil try out, nilai pre-test dan post-test, serta prilaku siswa dalam keseharian," katanya
Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardani menghimbau agar pelaksanaan UN tahun ini berlangsung jujur, adil dan bertanggung jawab, agar lulusan yang dihasilkan memiliki integritas tinggi. 
Dikatakan, sebagai langkah awal tahapan UN, Disdikpora Provinsi Bali akan menyalurkan soal 1 April mendatang ke disdikpora kabupaten kota di Bali. Kemudian, dari kabupaten-kota, soal UN tersebut akan didistribusikan ke masing-masing sub rayon.
“Soal pendistribusian soal UN, kami di Provinsi akan mulai 1 April mendatang, disalurkan ke Disdikpora Kabupaten Kota,” ucap Kusuma Wardani.
Ditanya mekanisme pendistribusian soal UN menurut TIA Kusuma Wardani, sama seperti tahun lalu. Kepolisian tetap dilibatkan, untuk melakukan pengawalan jangan sampai ada soal maupun kunci jawaban yang bocor. Selain itu, Disdikpora juga sudah bersurat kepada PLN agar saat Ujian Nasional Berlangsung tidak terjadi pemadaman listrik, terutama di sekolah-sekolah yang menggunakan sistem Computer Based Test.
Pelaksanaan UN tingkat SMA berlangsung mulai 4 hingga 6 April, sedangkan SMK dilaksanakan 4 sampai 7 April 2016


Sumber: Redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image