Kabardewata.com

Sosial Budaya

Terungkap Rahasia Rumah Adat Bayan Yang Tahan Gempa 7.0 SR

Kategori Sosial Budaya, August 12, 2018, Dilihat sebanyak 55 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Bangunan yang berdindingkan bambu yang dianyam serta atap ilalang, tampak masih kokoh berdiri. Padahal di perut bumi bangunan itu, telah terjadi pergerakan patahan berkekuatan 7 Skala Richter (SR).

Bahkan, gempa tektonik itu telah merusak 22.721 rumah sesuai data sementara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bangunan kokoh itu, rumah adat Bayan yang terletak di Kampung Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang berjarak sekitar 80 kilometer dari ibu kota provinsi. Bangunan itu berada dalam satu kompleks, di antaranya dikenal dengan nama Kampung Adat Bayan Timur.

Di Kampung Adat Bayan Timur, terdapat tiga beruga atau dikenal bale-bale sebagai tempat berkumpul untuk upacara adat dan dua lumbung padi. Di sekeliling kompleks itu, dipagari pagar bambu dan di sebelahnya berdiri sejumlah rumah adat yang berfungsi untuk tempat tinggal.

Namun, tidak sembarangan orang bisa memasukinya, terutama setelah gempa. Dalam kepercayaan masyarakat adat, harus ada pantangan tertentu untuk memasuki kompleks pemukiman yang juga dipagari bambu.

Warga adat Bayan yang menganut agama Islam Wetu Telu, sangat menghormati leluhur atau nenek moyangnya. Salah satunya terkait dengan rumah yang tidak hanya sebagai tempat tinggal namun juga memiliki nilai spiritual.

Membahas rumah adat itu berhubungan dengan gempa, menunjukkan bagaimana nenek moyangnya memahami atau menyadari bahwa mereka tinggal di tanah yang rawan gempa hingga bangunan terbuat dari bahan alami itu menjadi solusi dalam mengatasi bencana alam tersebut.

Demikian pula dengan Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap berdiri tegak sama sekali tidak mengalami kerusakan yang berarti. Kecuali, pagar tembok terlihat berserakan dihempas gelombang gempa yang berlangsung terus menerus.

Masjid yang berdindingkan bambu dan beratapkan bambu ditutup ijuk itu, serta berpondasikan susunan rapi batu, berdiri kokoh di atas gundukan tanah seperti bukit kecil.

"Alhamdulillah tidak ada yang rusak," kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat dilansir Antara, Sabtu, 11 Agustus 2018. Yang rusak, hanya pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja. "Ini pagar tembok sedang dibersihkan," katanya.

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

Kecamatan Bayan dinilai salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini.


Sumber: liputan6.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image