Kabardewata.com

Sosial Budaya

Kendala Konektivitas, Perlu Waktu Wujudkan Tol Laut

Kategori Sosial Budaya, September 20, 2016, Dilihat sebanyak 250 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Vice President Corporate Company PT. Pelindo III (Persero), Edi Priyanto kepada wartawan, di Pelabuhan Benoa, belum lama ini. mengakui, tidak mudah untuk mewujudkan "Tol Laut" yang digagas kabinet kerja Presiden, Joko Widodo. Alasannya karena masih terjadinya kendala konektivitas dibeberapa pelabuhan, serta kebersinambungan jadwal kapal pengangkut barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Meski dibeberapa pelabuhan sudah memiliki jadwal tetap keberangkatan kapal, akan tetapi kondisi itu kembali terganjal oleh tidak pastinya muatan barang yang harus diberangkatkan.

 "Jadi untuk mewujudkan konsep tol laut yang diluncurkan kabinet Bapak Jokowi - JK, ini juga tidak mudah. Karena konektivitas antar pelabuhan juga terkendala beberapa hal, diantaranya kapal pengangkut. Kapal pengangkut harus rutin dan terjadwal supaya tercipta konektivitas. Muatan juga harus memadai, karena ada beberapa kapal tidak bisa berangkat secara teratur karena muatannya tidak bisa dipastikan. Selain itu harus ada kesamaan produktivitas pelabuhan. Semestinya setiap pelabuhan memiliki produktivitas bongkar muat yang sama," ungkapnya.

 Edi Priyanto menilai, untuk mewujudkan produktivas yang sama antara satu pelabuhan dengan pelabuhan lain, diperlukan standarisasi peralatan yang memadai ditunjang dengan keberadaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Menurutnya sangat naif bila PT. Pelindo III (Persero) sudah melakukan optimalisasi potensi pelabuhan, akan tetapi tidak mendapatkan dukungan nyata sejumlah pihak, baik dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan maupun dari Pemerintah Daerah setempat.

 "Ketika pelabuhan, Pelindo III sudah mengembangkan fasilitas dan peralatan, namun masih perlu dukungan pihak lain dalam hal ini otoritas pelabuhan, kantor syahbandar, TKBM, kemudian support dari daerah," kata Edi Priyanto.

 Berbicara soal pengembangan pelabuhan untuk mendukung terwujudnya "Tol Laut", Edi Priyanto menyatakan, PT. Pelindo III (Persero) sudah memproyeksikan 5 pelabuhan meliputi Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Pelabuhan Sampit (Kalimantan Tengah) dan Pelabuhan Tenau Kupang (Nusa Tenggara Timur). Sedangkan untuk mewujudkan konektivitas, pihaknya juga mengoptimalkan pelabuhan lain seperti Pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang (Bali) serta Pelabuhan Lembar (Nusa Tenggara Barat). Ditambahkan, untuk mendukung program kerja tersebut, pihaknya telah mengalokasikan dana investasi pelabuhan sebesar Rp. 5,1 Triliun untuk tahun 2016.

 "Kita untuk tahun ini sedikitnya untuk investasi 5,1 triliun rupiah itu total Pelindo III untuk tahun 2016," imbuhnya.

Sebelumnya Presiden, Joko Widodo sejak awal pemerintahan, bahkan ketika berkampanye saat Pemilihan Presiden - Wakil Presiden, memiliki ambisi untuk mewujudkan aksesibilitas merata diseluruh Pulau di Tanah Air, melalui konsep "Tol Laut". Namun tak dipungkiri, ambisi RI-1 itu sampai saat ini masih menemui kendala dan berbagai tantangan, diantaranya soal keterbatasan pendanaan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kesamaan visi misi oleh stakeholder terkait.


Sumber: Redaksi

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image