Kabardewata.com

Sosial Budaya

Harapkan Imlek Mampu Berikan Angin Segar

Kategori Sosial Budaya, January 11, 2018, Dilihat sebanyak 164 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) Bali, Nyoman Sudiartha, pun mengakui adanya penurunan bisnis akibat dampak erupsi Gunung Agung pada akhir 2017 lalu. Ia bercerita, pada Natal dan Tahun Baru kemarin tidak seramai biasanya. “Setelah erupsi Gunung Agung, terjadi penurunan signifikan terhadap angkutan bus pariwisata yang ada di Bali. Tapi untung kondisi pariwisata kemarin, cukup dibantu dengan pariwisata domestik. Tamu domestik yang datang ini menggunakan kendaraan dan bus masing-masing,” jelasnya di Denpasar.
 
Penurunan angkutan pariwisata di Bali sangat menurun tajam, hingga 70-80 persen. “Hari ini masih ada penurunan tapi sudah mulai ada kedatangan di bandara. Sebelumnya mulai 27 November sampai new year sangat berdampak, bukan hanya transportasi saja, akomodasi juga,” jelasnya. Selama ini, rata-rata normal angkutan bus pariwisata per hari sekitar 500. Namun sejak kondisi erupsi, kata dia, 10 persennya saja tidak ada. Padahal pihaknya memiliki 2.000 unit armada angkutan pariwisata, dengan identitas perizinan kode tanda dasar kuning dan tulisan hitam. “Termasuk mobil Isuzu juga,” imbuhnya. 
 
Walaupun kapasitasnya tak terlalu banyak, namun sudah mulai dirasakan ada kedatangan. “Artinya kami berharap untuk Imlek pada Februari 2018 nanti, bisa menjadi momen kami untuk istilahnya mengevaluasi dari kegiatan pariwisata. Serta mengukur kedatangan wisman untuk Imlek sebab kan momen pariwisata.
 
Ini yang kami harapkan semua komponen pariwisata bisa kembali naik yang ada di Bali,” katanya. Tak muluk-muluk, ia berharap ada kenaikan setidaknya 10 persen saja. Dan itupun tidak bus tetapi lebih condong ke angkutan sewa seperti Kijang Innova, Avanza dan sebagainya. 
 
Sebab belajar dan melihat dari tahun-tahun sebelumnya, pada Imlek harapannya jasa angkutan wisata bisa naik. “Sebab kalau tahun sebelumnya kami memang kekurangan unit untuk mengantisipasi Imlek,” ujarnya. Sehingga semua armada di Pawiba Bali mulai bisa bergerak saat Imlek nanti, tidak stuck seperti Nataru 2017 kemarin.
 
Sementara itu, selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai mencatat telah melayani 1,25 Juta penumpang. Secara umum terjadi penurunan jumlah penumpang selama Nataru berlangsung sebesar 3,8 persen dari tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 695 ribu penumpang domestik dan 558 ribu penumpang internasional.
 
Yanus Suprayogi, General  Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, mengatakan  hal ini tidak terlepas dari proses pemulihan penerbangan pasca penutupan bandara akibat aktivitas yang terjadi pada Gunung Agung pada November lalu. 
 
Namun, kata Yanus, pergerakan penumpang pesawat selama Nataru ini sudah mencapai di angka normal jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang pesawat pada hari biasa, dan hal ini menandakan Bali aman untuk dikunjungi.
 
Terjadinya penurunan penumpang selama posko Nataru dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah pergerakan pesawat yang naik mencapai 8,8 persen atau berjumlah 9.090 pesawat dengan realisasi 254 extra flight dari 546 permohonan  sejak 18 Desember 2017 sampai dengan penutupan posko. 
 
“Selama 22 hari pelaksanaan posko Nataru, puncak kepadatan penumpang terjadi pada 2 Januari 2018  dengan kenaikan 11 persen  dengan jumlah 64 ribu penumpang dibandingkan dengan rata-rata harian yang mencapai 57 ribu penumpang,” ujar Yanus.
 
Berbicara mengenai pergerakan penumpang dan pesawat, sepanjang tahun 2017 terjadi peningkatan yang siginifikan  terhadap pergerakan penumpang hingga menembus diatas 20 juta yang sebelumnya pada tahun 2016 mencapai 19,9 Juta. “Kenaikan sebesar  5,3 persen terhadap jumlah pergerakan penumpang selama tahun 2017 yang mencapai 21 juta penumpang, dengan proporsi  internasional 52 persen dengan jumlah penumpang 10,9 juta dan domestik 48 persen dengan jumlah penumpang 10,1 juta,” tambah Yanus. Tidak hanya jumlah pergerakan penumpang tetapi juga terjadi peningkatan sebesar 5,3 persen pada  jumlah pergerakan pesawat di  tahun 2017 berjumlah 146 ribu, sebelumnya 139 ribu pada tahun 2016. 

Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image