Deteksi Dini Kanker Serviks dan Prostat GBI Rock Lembah Pujian Gelar Sosialisasi

Kategori Sosial Budaya, October 02, 2017, Dilihat sebanyak 123 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Seminar sehari di Gereja Bethel Injil (GBI) Rock Lembah Pujian yang diikuti puluhan peserta itu untuk menyosialisasikan bahaya serta cara deteksi dini kanker serviks dan kanker prostat. Harapannya masyarakat awam memahami itu, untuk kemudian mencegah kedua penyakit mematikan tersebut.

Kegiatan yang diadakan di Ruang Omega GBI Rock Lembah Pujian tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, dan dr. I Made Oka Widiabdi Husada.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan, tahun 2014 kanker serviks menyebabkan setidaknya 9.491 orang meninggal dunia, dan kanker prostat menyumbangkan angka kematian sebanyak 9.176 jiwa.

Salah seorang narasumber yaitu I Made Oka Widiabdi Husada ditemui wartawan menjelaskan, kanker serviks sebenarnya bisa dicegah. Pola pencegahan dibagi kedalam tiga metode yaitu primer, sekunder, dan tersier.

"Kalau pencegahan kita dari kedokteran ada tiga pencegahan yaitu primer, sekunder, dan tersier. Kalau primer itu ya salah satunya seperti tindakan kita kali ini, kita diskusi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kanker serviks. Kemudian pencegahan sekunder salah satunya dengan pemeriksaan pap smear misalkan, untuk memeriksa apakah ada kemungkinan seorang perempuan kearah sana. Mulai dari yang sederhana namanya iva atau inspeksi visual dengan asam asetat, ada pap smear, kemudian ada pap net," jelasnya.

Saat ini masyarakat Bali khususnya kaum perempuan diakui sudah menyadari bahaya kanker serviks. Hal itu terlihat dari meningkatnya pasien dari kaum hawa untuk memeriksakan diri secara berkala.

"Kalau dipraktek sendiri akhir-akhir ini memang tambah banyak. Kenapa tambah banyak? mungkin karena semakin banyak orang yang sadar untuk periksa. Mungkin kalau dulu tidak banyak, karena banyak yang tidak tahu, atau malu memeriksakan diri. Nah sekarang karena sudah ada metode pemeriksaan yang bagus, kemudian semakin sadar, sehingga angka kejadiannya semakin tinggi," ucapnya.

Oka Widiabdi mengemukakan, kanker serviks (mulut rahim) mayoritas dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Usia pengidap kanker serviks pun diakui terjadi perubahan tren, dari yang semula berumur 30 tahun keatas, kini bergeser dikisaran 20 tahun.

"Kanker serviks itu penyebabnya atau 97 persen diakibatkan oleh virus. Jadi ada virus namanya HPV atau Human Papilloma Virus, jadi penyebab pastinya itu. Faktor resiko yang bisa membuat orang yang bisa gampang terkena biasanya karena orang berganti-ganti pasangan, hubungan seksual diusia dini, merokok seperti itu," katanya.

Sementara untuk kanker prostat,  dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa pada kesempatan yang sama menjelaskan, banyak faktor memicu timbulnya penyakit tersebut.

"Karena minuman keras, ada faktor diet atau makanan, multi sexual partner, infeksi virus, dan sebagainya. Jadi secara umum masalah kanker pencegahannya sampai saat ini hampir tidak ada. Tetapi kalau kita ingin mengupayakan itu mungkin harus hidup secara sehat, itu saja. Dikatakan makan yang mengandung sedikit lemak protein yang daging merahnya kurang, itu bisa mencegah kanker prostat. Yang terpenting adalah pencegahan dini," ujarnya.

Dikatakan untuk pencegahan kanker prostat karena faktor genetikal atau orang dengan resiko tinggi bisa melakukan screening diusia 41 tahun. Sedangkan untuk orang dengan resiko rendah disarankan melakukan screening diusia 50 tahun.

"Gejala kanker prostat pada stadium awal tidak ada keluhan sama sekali, sering kali di Indonesia sekitar 58 persen itu datangnya setelah stadium lanjut. Karena memang tanpa gejala. Kalaupun ada gejala munculnya seperti penyakit prostat biasa, seperti kencing anyang-anyangan, tidak tuntas kencing, malam hari bolak balik kencing. Yang perlu disadari adalah pembesaran kelenjar prostat ada dua, bisa jinak bisa ganas. Kalau kita bicara kanker berari pembesaran yang ganas," imbuhnya.


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST sosial LAINNYA