Kabardewata.com

Sosial Budaya

Buaya di Pura Dalem Pangembak Sanur Kembali Terlihat, Ini Perkiraan Ukurannya

Kategori Sosial Budaya, January 22, 2016, Dilihat sebanyak 559 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Setelah sempat heboh dengan foto seekor buaya di dekat Pura Dalem Pangembak, Sanur, Denpasar beberapa saat lalu. Kamis (21/1/2016) sekitar pukul 16.40 Wita, buaya tersebut kembali menampakkan dirinya di muara sungai dekat hutan mangrove.

Seorang petugas parkir di areal pura, I Ketut Singa (29) mengaku melihat buaya tersebut sore tadi.

"Tadi sore sebelum hujan turun, sekitar jam setengah tiga sore itu saya lihat buaya di muara sungai dekat Jalan Sukamerta itu. Buayanya enggak besar, kecil. Tadi saya coba potret tapi cuma kelihatan samar-samar kepalanya. Badannya di bawah air, cuma sedikit kepalanya yang kelihatan," kata Singa sembari menunjukkan foto buaya yang ia ambil sore tadi.

Dari hasil pantauan, buaya tersebut terlihat sedang setengah menyelam di muara sungai di Jalan Sukamerta, dekat Pura Dalem Pangembak, Sanur.

Sesekali ia menampakkan sedikit bagian kepalanya ke permukaan.

Namun keseluruhan badannya ada di bawah air sungai yang keruh.

Warga yang kebetulan melintas pun tampak perlahan memadati area muara sungai.

Dari semula hanya empat orang yang ada di tepi sungai, tak lama kemudian menjadi 25 orang yang terlihat mengamati permukaan sungai tempat buaya tersebut bersembunyi.

Made Barnet, warga yang kebetulan membawa HT pun kemudian melaporkan hal ini ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Denpasar.

Sekitar 1 jam kemudian, seorang petugas BKSDA tiba di muara sungai sambil menenteng pancingan yang berisi umpan ikan laut.

Perlahan ia coba memancing buaya tersebut keluar dari bawah air.

Namun upayanya sia-sia. Ketika ia coba berjalan mendekati buaya melalui jembatan yang terbuat dari drum bekas, buaya tersebut dalam sekejap masuk ke dalam air dan menghilang.

"Waktu saya dekati tadi, perkiraan panjangnya 80 centimeter sampai 1 meter. Diameternya kurang lebih 10 centimeter. Bukan buaya besar, kalau buaya besar gerakannya tidak secepat tadi," ujar Aan Sirojudin, petugas BKSDA yang hadir di lokasi.

Setelah umpan ikan laut belum berhasil memancing buaya, Aan mengganti umpan kailnya dengan seekor anak ayam hidup pemberian dari warga sekitar.

Namun upaya tersebut juga belum membuahkan hasil.

Buaya tersebut masih bersembunyi di bawah kedalaman air sungai yang sedikit meluap karena air laut yang pasang dan turunnya hujan.

Hingga pukul 19.00 Wita, Aan masih tetap memantau buayatersebut.

"Masih, saya akan terus pantau beberapa jam lagi. Karena buayaaktifnya di malam hari. Kalau bisa hari ini ditangkap. Ini kan tanggung jawab BKSD," ujar Aan.


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image