'Aduuuuhhhh Telah be Dagangan Tiange', Trauma Kebakaran Tahun 2000

Kategori Sosial Budaya, March 01, 2016, Dilihat sebanyak 119 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Kebakaran yang terjadi di Pasar Badung di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali, pada pukul 18.00 WITA, Senin (29/2/2016) cukup ganas.

Secepatnya pada pukul 19.20 Wita, api membakar Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri Taspen Pos di Pasar Badung.

Apinya semakin besar, hingga warga berinisiatif untuk menyedot air dari sunga yang ada di samping pasar untuk memadamkan api tersebut.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, seperti kebakaran yang sudah pernah terjadi sebelumnya, kali ini disebabkan oleh api yang berasal dari dupa, konslet listrik.

Kabag Pengawasan Keamanan PD Pasar Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Yuliarta  mengatakan, kebakaran terjadi di kios-kios sembako, kerupuk, dan lainnya kemudian merembet.

Ada 1.683 kios di Pasar Badung ini. Hari ini akan dilaksanakan pertemuan untuk membahas tindakan selanjutnya setelah kebakaran ini termasuk rencana relokasi pedagang.

Ada empat tempat relokasi yang akan disediakan di antaranya: area parkiran Pasar Badung. Karena biasanya pedagang meminta untuk mencarikan tempat yang paling dekat.

Tempat lainnya adalah eks Tiara Grosir, eks Pasar Impress Gunung Agung (bekas pasar loak), selanjutnya kemungkinan yang paling kecil yaitu Lapangan Kompyang Sujana.  

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, I Gede Dewa Indra mengatakan, ”kami sudah mengerahkan 130-an personel BPBD Denpasar dan 24 mobil pemadam kebakaran. Itu juga ada yang berasal dari Gianyar, dan Tabanan”.  

Himbauan untuk kedepannya juga disampaikan kepada seluruh pedagang di pasar agar selalu berhati-hati, utamanya seperti bara api dari dupa,  karena yang rentan menimbulkan kebakaran pasar di Bali.

Seorang saksi mata yang juga dagang kopi yang pada saat itu masih berada di TKP, bernama Nyoman Suardana, saat itu Senin (29/2/2016) pukul 18.00 Wita terdengar seperti ada suara ledakan di lantai atas.

Kemudian terlihat kobaran api dan ia pun berlari menuju pos keamanan untuk segera menghubungi pihak berwenang.

Nyoman Raka, seorang pedagang di Pasar Badung lantai III di antara pedagang baju, makanan, dan lainnya terlihat sangat terpukul dengan kebakaran tersebut.

Ibu yang berumur sekitar 60-an tahun ini, menjual kerajinan tangan seperti ingka, tikar dari pandan, dan lainnya.

Ia tampak meneteskan air mata ketika ditemui di lokasi.

“Aduuuuuuhh… telah be dagangan tiange. Ingka, anyaman, telaah be telaah (Aduuuuuuhh… habislah dagangan saya. Ingka, anyaman, habis dah habiiss),” keluh pedagang asal Karangasem ini dengan linangan air mata di pipinya.

Ia mengaku sudah berjualan sejak tahun 90-an.

Ini bukan kali pertamanya ia mengalami kebakaran, hal serupa sudah pernah dialami pada September tahun 2000.

Pada saat itu juga dagangan miliknya habis dilalap si jago merah.

Ia masih mengingat jelas kebakaran enam tahun lalu, belum juga sembuh lukanya itu, kini mengalami kembali hal yang sama.

Total kerugian yang diperkirakannya mencapai Rp 25 juta. (*)

 


Sumber: tribunbali

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST sosial LAINNYA