Kabardewata.com

Berita Utama

Percepat Penuntasan Kemiskinan Masyarakat Diminta Jauhi Judi

Kategori Berita Utama, July 13, 2015, Dilihat sebanyak 177 kali, Post oleh Rusadi Nata


Guna mempercepat penuntasan kemiskinan, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta minta masyarakat menjauhi judi. Menurutnya, tak ada orang yang menjadi kaya karena judi. Sebaliknya, pada banyak kasus, judi justru membuat orang jatuh miskin di Denpasar.

Selain menimbulkan persoalan ekonomi, judi juga kerap memicu masalah sosial lain seperti kehancuran rumah tangga. "Kalau sudah mabok judi, semua harta benda bisa ludes," ujarnya.
Masih dalam konteks pengentasan kemiskinan, Sudikerta juga mengajak masyarakat mengubah mindset. Kata dia, miskin itu bukan keturunan. Jika ada kemauan untuk bekerja keras dan berusaha, setiap orang punya kesempatan untuk keluar dari zona kemiskinan. 

Sejalan dengan itu, Pemprov Bali melalui berbagai programnya akan tetap menjadi stimulan bagi upaya pengentasan kemiskinan. Dia pun berharap dukungan dan peran serta aktif dari masyarakat untuk menyukseskan berbagai program Bali Mandara. "Pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas dalam program Bali Mandara. Berbagai program akan berhasil jika mendapat dukungan dari masyarakat luas," imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Sudikerta kembali menggugah kepekaan masyarakat agar membantu mereka yang membutuhkan. "Yang kaya jangan kikir, jika ada tetangga kurang mampu, tolonglah dibantu," pintanya. Menurut dia, bantuan bukan hanya sebatas materi. Namun bisa dalam bentuk pemikiran atau tenaga. 

Selain bicara soal pengentasan kemiskinan, Sudikerta juga menyinggung pembangunan infrastruktur yang tengah digarap Pemprov Bali. Guna mendukung pelaksanaan program JKBM, Pemprov Bali akan membangun Rumah Sakit bertaraf internasional yang diharapkan dapat segera terealisasi. Selain itu, pada tahun 2016 Bali mendapat alokasi dana pusat sebesar Rp. 457 milyar untuk membiayai pembangunan infrastruktur. 

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga menjadi perhatian Pemprov Bali karena hingga saat ini kerusakan jalan provinsi masih ada pada kisaran 18 persen. 


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image