Tol Bali Mandara Resmi Gunakan Uang Elektronik

Kategori Pariwisata, October 02, 2017, Dilihat sebanyak 85 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Mulai 1 Oktober 2017, seluruh Gerbang Tol (GT) di Ruas Jalan Tol Bali Mandara 100% hanya melayani pembayaran non-tunai. Penghapusan transaksi tunai di 20 gardu tol pada 3 GT di Pulau Dewata ini diresmikan melalui acara Fun Rally GNNT dan Kick Off 100% Non-tunai Jalan Tol Bali Mandara.

Pemberlakuan uang elektronik di seluruh gerbang tol merujuk pada keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 16/KPTS/M/2017 tanggal 12 September 2017, yang menginstruksikan penggunaan uang elektronik di seluruh ruas tol di Indonesia mulai 31 Oktober 2017.

Direktur Departemen Kebijakan dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Pungky Wibowo mengatakan Bali sebagai tujuan pariwisata internasional menyebabkan masyarakat setempat lebih cepat menerima penetrasi sistem pembayaran nontunai.

"Bali dari segi populasi begitu maju dan teredukasi serta masyarakatnya sudah banyak transaksi nontunai," ucap Pungky.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan untuk mendukung gerakan nontunai di tol di Pulau Dewata itu sejumlah bank telah menjalin kerja sama dengan pengelola tol.

Perbankan itu yakni BRI, Bank Mandiri, BCA, BNI, BPD Bali dan BTN yang sudah menjual masing-masing uang elektronik khususnya uang elektronik tidak terdaftar dengan maksimum saldo mencapai Rp1 juta.

"Kami imbau perbankan memberikan kemudahan untuk mendapatkan uang elektronik dan isi ulangnya," katanya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Tol Akhmad Tito Karim tol mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perbankan untuk menyediakan petugas khusus di setiap pintu gerbang, bertugas menjual dan mengisi ulang sebagai tahap awal pemberlakuan nontunai.

"Kami imbau semua pengguna jalan sudah membawa uang elektronik dengan saldo cukup. Jika uang elektronik dibawa tetapi saldo kurang, kami ajak perbankan untuk menyediakan sarana 'top up' (isi ulang) di lokasi sebelum masuki tol," ucapnya.

Tito lebih lanjut menambahkan seluruh gardu tol di tiga gerbang Tol Bali Mandara sebanyak 20 unit gardu sudah 100 persen otomatis melayani pembayaran nontunai.

Hingga 28 September 2017, lanjut Tito tingkat penggunaan uang elektronik di jalan bebas hambatan pertama di Indonesia dibangun di atas perairan itu mencapai 44 persen.

"Kami harapkan dalam beberapa hari memdatang penetrasi sudah 90 persen," ucapnya.

Kelpala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menyatakan Bali menjadi panutan untuk pembayaran nontunai jalan bebas hambatan di Indonesia karena Tol Bali Mandara sudah sepenuhnya menerapkan sistem tersebut 1 Oktober 2017.

"Bali menjadi contoh transaksi nontunai. Kami bisa melihat bagaimana semua berkolaborasi," ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi terobosan yang dilakukan pengelola tol bersama perbankan sehingga Tol Bali Mandara mampu merealisasikan gerakan nasional nontunai untuk di tol lebih dulu dibandingkan daerah lainnya yang baru dimulai 31 Oktober 2017.

Menurut Herry, secara nasional penerapan nontunai di tol baru mencapai sekitar 49 persen per 26 September 2017, sedangkan di Bali sudah 100 persen.

Selain didukung infrastruktur yang disiapkan perbankan bersama pengelola tol, masyarakat Bali juga dinilai lebih siap menerima dan melakukan transaksi nontunai. 


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST pariwisata LAINNYA