Kabardewata.com

Pariwisata

Pelaku Pariwisata Bali ‎Diminta Lebih Inovatif

Kategori Pariwisata, March 12, 2016, Dilihat sebanyak 217 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Peringatan dini bagi eksistensi kepariwisataan Bali, pasca keluarnya program pengembangan daerah lain di Indonesia, sebagai destinasi alternatif bagi para calon wisatawan mancanegara. Hal itu cukup berasalan, karena dalam 2 bulan pertama tahun 2016 ini, terjadi kecenderungan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. 

Pengamat sekaligus praktisi kepariwisataan Bali, Ida Bagus Lolec Surakusuma, kepada Kabar Dewata, di Denpasar,  mengemukakan, jika dilihat dari kalender wisata, 3 bulan pertama yaitu Januari, Februari dan Maret, selama ini menjadi waktu-waktu yang padat untuk kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. 

"Nah ini yang menarik. Padahal kalau 3 bulan pertama setiap tahun itu, merupakan waktu mereka berlibur, kesebuah destinasi wisata. Tapi kenyataannya, terjadi pergeseran. Kita lihat Januari dan Februari, jumlah kunjungannya menurun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.

Lolec menyampaikan, harus ada inovasi baru dari masyarakat sekaligus penggiat kepariwisataan, untuk menjaga minat para calon wisatawan berlibur ke Bali.

"Harus ada komitmen untuk menjaga eksistensi Bali sebagai destinasi wisata. Selain itu masyarakat dan penggiat harus lebih inovatif, dalam mengeksplorasi keunggulan Bali," ucapnya. 

Ida Bagus Lolec lebih lanjut mengatakan, penurunan itu juga terjadi saat nyepi di Bali tahun ini, karena gerhana matahari yang dapat dilihat secara total dibeberapa wilayah. Bila dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan mancanegara terus mengalir ketika nyepi. Alasannya karena sebagian besar para wisatawan mancanegara ingin merasakan nyepi yang hanya dilakukan di Bali setiap tahun.

"Biasanya kalau nyepi, yang datang ke Bali banyak. Mereka ingin menikmati sensasi ketika nyepi. Tapi karena ini juga ada Gerhana Matahari total, fenomena yang dapat dilihat dalam ratusan tahun, mereka tampaknya tahun ini lebih memilih kedaerah lain yang bisa melihat gerhana total, dibandingkan ke Bali," ucap Lolec. ‎


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image