Pelabuhan Benoa Resmi Dikembangkan

Kategori Pariwisata, September 19, 2017, Dilihat sebanyak 67 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Setelah menunggu  selama 17 tahun, pengembangan Pelabuhan Benoa akhirnya resmi dikerjakan. Pengembangan Benoa sebagai pelabuhan kapal pesiar bertaraf internasional dilakukan setelah pemerintah pusat potong kompas mengesahkan Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Senin (18/9/2017) pun hadir dalam prosessandbreaking di Dermaga Timur, sebagai tanda dimulainya pengembangan Pelabuhan Benoa. Kepada seluruh pihak ia menegaskan, untuk tidak menjadikan pengembangan Pelabuhan Benoa sebagai polemik berkepanjangan.

''Rencana pengembangan Pelabuhan Benoa itu sudah selesai, tidak ada diskusi lagi, sudah itu, kita harus tegas. Jangan kita berputar-putar nggak jelas, akhirnya ribut sendiri,” tegasnya.

Selain Pelabuhan Benoa, Luhut pada kesempatan itu juga memaparkan sejumlah proyek pembangunan di Bali, diantaranya pendirian Bandara Bali Utara, Jalan Tol Lingkar Bali Utara, Underpass simpang tugu Ngurah Rai, penyelesaian Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan penataan TPA Suwung. Seluruh proyek itu, diharuskan selesai sebelum Indonesia menghelat Pertemuan IMF-Bank Dunia tahun 2018.

''Saya ingetin Pak Gubernur jangan cepat-cepat puas orang janji sana sini. Karena saya punya pengalaman banyak sekali orang janji-janji angin mamiri, angin sorga, ternyata the end tidak jelas. Jadi ini harus betul-betul kita kerjakan, cek betul, cek ricek, and cek again. Kalau ini bisa kita lakukan, InsyaAllah semua akan bisa bagus,” katanya.

Sementara Direktur Utama PT. Pelindo III (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Benoa akan diawali dengan pendalaman dan pelebaran alur didermaga timur. Pada pengembangan tahap pertama ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp1,7 trilyun, terdiri dari investasi infrastruktur sebesar Rp500 milyar, dan Rp1,2 trilyun untuk pengerjaan kolam dermaga dan alur pelayaran. Setelah proses sandbreaking, kedalaman alur bisa mencapai minus 12 meter Low Water Spring (LWS), yang dapat mengakomodir kapal pesiar dengan panjang lebih dari 300 meter, berkapasitas 5.000 penumpang. 


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST pariwisata LAINNYA