Kabardewata.com

Pariwisata

Menparekraf Akui SDM Yang Mengusai Bahasa Mandarin Masih Minim

Kategori Pariwisata, September 29, 2014, Dilihat sebanyak 101 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Mentri Parekrap Mari Elka Pangestu, mengumpulkan para pelaku pariwisata di Bali dalam menghadapi MEA 2015, di Nusa Dua, Bali.Mari Pangestu menyebutkan bahwa telah terjadi perkembangan pariwisata di dunia sejak tiga tahun terakhir. Bahkan saat ini, katanya China menjadi pariwisata dunia yang terbesar.

"Kita perlu belajar banyak terhadap pariwisata china. Semua promosi yang serba online dengan menggunakan semua bahasa yang ada di dunia. Ini yang perlu kita contoh dari china," Kata Pengestu di Nusa Dua, Bali.

Bahkan semua celah promosi diterapkan oleh pemerintah China, demikian Pangestu menyebut bahwa ada salah satu promosi China bisa melalui promosi film. "Saya pernah melihat salah satu film China yang secara tidak langsung menunjukkan pariwisata alam China. Dengan film tersbut, justru jutaan wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut," ujarnya.

Guna menyikapi hal ini, Mari Elka Pengestu bahkan mengaku telah melakukan genjotan promosi ke Cina sejak satu setengah tahun lalu. Mulai dari promosi dengan cara pembuatan film yang mengambil lokasi di Indonesia, website dan iklan berbahasa Mandarin, hingga memaksimalkan fungsi jurnalis dan agen travel. Walau hal-hal ini dirasa cukup efektif dengan hasil 25 persen kunjungan Tiongkok, Mari Elka Pangestu masih menyayangkan bahwa hal ini belum senada dengan perkembangan SDM dalam hal penguasaan bahasa.

 “Kita harus akui, kendala SDM dalam menguasai bahasa Mandarin masih minim. Itulah yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya sembari mengatakan bahwa ini merupakan PR Indonesia kedepan guna mencapai target kunjungan Cina Tiongkok ke Indonesia di tahun ini. “Target kita untuk tahun ini harus mampu menggiring satu juta wisatawan Cina Tiongkok ke Indonesia. Sekelas Kamboja saja mampu tembus hampir dua juta tamu Cina Tiongkok, masak kita engga?” sentilnya

Ia juga menyinggung agar para pelaku Stakeholder perlu peningkatan SDM khususnya yang bisa bahasa china. "Ini PR besar bagi kita untuk bisa mnggiring wisatawan china ke indonesia. Target kita untuk tahun ini harus mampu menggiring 1 juta wisatawan china ke indonesia. Sekelas Kamboja mampu sampai tembus hampir 2 juta tamu china yang datang. Kita bagaimana ?" Tantang Pangestu.


Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image