Tuna Sumbang Ekspor Perikanan Indonesia Sebesar US$89,41 juta

Kategori Ekonomi, May 26, 2015, Dilihat sebanyak 100 kali, Post oleh Rusadi Nata


Peran industri ikan tuna dari waktu ke waktu semakin penting dan strategis, terutama dalam menopang perekonomian nasional. Tak hanya di dalam negeri, di dunia pun Indonesia memainkan peranan penting dalam hal industri tuna

Indonesia memandang penangkapan berkelanjutan tuna sangat penting, karena peran ikan jenis ini terhadap Indonesia sangat strategis.‎ Tuna menjadi komoditas paling besar menyumbang nilai ekspor perikanan Indonesia selain udang pada triwulan I/2015, yakni senilai US$89,41 juta.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P Hutagalung, pemanfaatan tuna dunia menghadapi banyak masalah kompleks. Salah satunya, sepertiga ketersediaan tuna diperkirakan dalam penangkapannya pada tingkat biologis tidak berkelanjutan, sedangkan 66,7% berada pada tingkat berkelanjutan.

Karena perannya tersebut, maka pengelolaan yang lebih baik dan usaha terhadap keberlanjutan ikan tuna harus ditumbuhkan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan menerbitkan kebijakan moratorium perizinan kapal eks asing dan pelarangan alat tangkap perusak.

"Jika kebijakan pemerintah memerangi Ilegal fishing berhasil, maka dalam beberapa bulan mendatang perairan Indonesia dapat menangkap lebih banyak ikan tuna dan cakalang," jelasnya di sela-sela  4 th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF) di Nusa Dua, Bali, Senin (26/5/2015).

Di Indonesia, salah satu penangkapan yang berkelanjutan menggunakan pole and line dan handline yang telah menghasilkan sekitar 150.000 ton tuna per tahun. Volume tersebut merupakan hasil tangkapan terbesar dunia dengan alat tangkap sejenis. ‎

Penangkapan tuna di dunia, Saut menuturkan, menghadapi banyak masalah. Sepertiga ketersediaan tuna diperkirakan dalam penangkapannya pada tingkat biologis yang tidak berkelanjutan. "Sementara 66,7 persen berada pada tingkat biologis berkelanjutan, ditangkap secara penuh (underfished). Ini data tahun 2011," ucapnya.

Di Indonesia sendiri, penangkapan tuna menggunakan pole dan line serta handline menghasilkan 150 ribu ton pertahun. Nilai itu merupakan hasil tangkapan terbesar di dunia dengan alat tangkap sejenis. Industri perikanan Indonesia sendiri memberikan kontribusi bagi sekitar 11 persen tenaga kerja sebagai nelayan tradisional yang bekerja di sektor ini.

"Peningkatan kesadaran tentang masalah keberlanjutan lingkungan perikanan tuna menyebabkan pasar meminta produk lebih banyak. Ini artinya, tantangan ke depan untuk perikanan dan bisnis bergantung hal tersebut," tutupnya. 


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA