REI Bali Soroti Developer Nakal Dompleng FLPP

Kategori Ekonomi, July 13, 2017, Dilihat sebanyak 44 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Real Estate Indonesia (REI) mendapatkan tugas berat dalam mewujudkan program sejuta rumah murah yang digagas Presiden, Joko Widodo. Dalam perjalanannya, masyarakat ternyata memiliki animo besar terhadap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 
Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura kepada wartawan di Sekretariat DPD REI Bali, Rabu (12/7/2017) mengakui, permintaan FLPP meningkat. Namun ditengah kondisi itu, ia menyayangkan sikap sejumlah developer yang tidak tergabung dalam keanggotaan REI Bali, mendompleng program FLPP. Padahal ketika proses jual beli, developer atau pengembang property tidak mengindahkan syarat FLPP yang terangkum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 64 tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
 
“Dari harga, karena logikanya seperti ini, contoh misalnya, sebenarnya dia menjual barang itu harga dua ratus juta. Tetapi dia bilang rumah Jokowi, harga 141 juta rupiah, tetapi DP (Down Payment) nya 60 juta rupiah, itu sudah tidak mungkin. Karena yang program FLPP atau rumah murah Jokowi itu adalah DP-nya satu sampai lima persen,” ucapnya.
 
Wakil Ketua bidang Perumahan Rumah Sederhana Tapak (RST) DPD REI Bali, I Ketut Sony Sasana pada kesempatan yang sama menyampaikan sejumlah hal menjadi syarat pengajuan dan kepemilikan FLPP. 
 
“Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat, dari penghasilan maksimal adalah empat juta rupiah perbulan, jadi konsumen adalah masyarakat yang benar-benar belum mempunyai rumah. Jadi konsumen itu belum pernah mendapatkan subsidi sebelumnya. Terus yang berikutnya, rumah tersebut tidak bisa dijual selama lima tahun. Dan rumah tersebut juga harus ditempati selama satu tahun secara terus menerus,” jelas Sony
 
Sementara sepanjang tahun 2017, DPD REI Bali menargetkan 3.500 unit FLPP akan terbangun. Namun sampai triwulan kedua tahun 2017, baru teralisasi 50% FLPP diempat Kabupaten. Empat Kabupaten itu Jembrana, Buleleng, Karangasem, dan Tabanan. Guna mempercepat capaian sejuta rumah murah, DPD REI Bali kini tengah mengajukan evaluasi harga FLPP dari Rp. 141,7 juta, menjadi Rp. 195 juta.

Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA