PayPro Dukung Pertumbuhan UMKM

Kategori Ekonomi, October 23, 2017, Dilihat sebanyak 43 kali, Post oleh Admin Kabardewata


PayPro mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia yang sangat pesat dan telah menjadi roda penggerak ekonomi bagi Indonesia.

Salah satu bentuk dukungan untuk UMKM adalah PayPro berpartisipasi dalam acara GEBYAR UMKM 2017 yang diadakan di Denpasar, Bali dari tanggal 20 – 22 Oktober 2017.

“Kami sangat mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia dan itu sebabnya PayPro memutuskan untuk berpartisipasi dalam acara ini. Selain itu, PayPro juga ingin mengedukasi masyarakat Indonesia untuk memulai dan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Pemerintah”, ujar Heidi Bokau, Chief Marketing Officer PayPro di Denpasar baru-baru ini.

Heidi menambahkan bahwa acara Gebyar UMKM ini akan diikuti oleh 100 peserta UMKM dan diharapkan dapat menarik 3000 pengunjung selama 3 hari. Untuk mendukung Gerakan Non Tunai maka seluruh transaksi yang akan dilakukan didalam acara ini akan menggunakan QR Code yang telah disediakan oleh PayPro dan untuk menggunakan QR Code tersebut pengunjung diwajibkan untuk download aplikasi PayPro terlebih dahulu baik melalui Google Play Store maupun Apple Store.

“Saat ini kami terus berusaha untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai keuntungan dalam transaksai non tunai. Salah satu keuntungan dalam melakukan transaksi non tunai adalah timbulnya rasa aman pada saat melakukan transaksi’, tutupnya.

PayPro adalah produk dari PT. Solusi Pasti Indonesia (SPI) dan diluncurkan pada 17 Mei 2017. PayPro adalah sebuah e-wallet yang bisa digunakan untuk banyak transaksi. PayPro memungkinkannya melakukan transaksi di berbagai layanan seperti transportasi umum, pedagang olah raga dan transaksi belanjaan. PayPro tersedia untuk diunduh di Google Play dan Apple Store.


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA