Jamkrindo Bali Nusra Raup Laba Rp52,4 Milyar di Semester I 2017

Kategori Ekonomi, September 22, 2017, Dilihat sebanyak 159 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Sektor perekonomian Pulau Dewata masih menunjukkan tren positif hingga semester 1 2017. Indikator itu dapat dilihat dari terjaganya daya beli masyarakat, dan konsistensi angka pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kondisi itu pun diamini oleh Kepala Kantor Wilayah VII Perum Jamkrindo Bali dan Nusa Tenggara, Alexandry. Ditemui wartawan di Denpasar, Kamis (21/9/2017), Alexandry mengakui situasi perekonomian Bali plus Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpengaruh terhadap neraca laba Perum Jamkrindo Wilayah VII. Hingga bulan Agustus 2017, empat cabang Perum Jamkrindo di Denpasar, Mataram, Sumbawa, dan Kupang telah mencatatkan keuntungan 102% dari target yang ditetapkan.

“Kalau empat cabang di Bali Nusra itu sampai dengan posisi Agustus itu kita sudah membukukan laba itu 102 persen. Atau kalau dari rupiahnya itu 52,4 milyar. Sedangkan targetnya sendiri untuk 2017 untuk empat cabang itu 51,3 milyar rupiah,” ungkap Alexandry.

Sementara untuk Perum Jamkrindo Cabang Denpasar, Alexandry mengemukakan, laba yang telah dicatatkan sebesar Rp.29,5 milyar atau teralisasi 81% hingga Agustus 2017. Bila dikomparasi pada periode yang sama tahun lalu, angka pencapaian laba itu melonjak signifikan.

“Jadi untuk periode yang sama Januari, Agustus, tahun 2016 dan 2017. 2016 Agustus itu 69 persen, sedangkan untuk 2017 itu sudah 81 persen. Yang pasti peningkatan itu disebabkan karena memang ada pertumbuhan penjaminan kredit gitu ya, khususnya untuk KUR,” paparnya.

Sementara berbicara Volume kredit, Jamkrindo Cabang Denpasar telah menjamin kredit diangka Rp.1,9 trilyun. Proporsi penjaminan masih didominasi KUR sebesar Rp.877 milyar, dan Rp.318 milyar kredit non-KUR seperti kredit Multiguna, kredit umum, kredit konstruksi, dan kontra bank garansi. Angka itu disebut meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Alexandry menyebut peningkatan volume kredit untuk Bali pada semester 1 2017 disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya karena kebijakan pemerintah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat keangka 9%.

“Jadi memang KUR ini memberikan kemudahan ke pelaku UMKM dalam hal bunga ya. Bunga yang harus dibayar oleh UKM itu 9%, ini murah sekali, sehingga dapat memberikan rangsangan bagi UKM itu untuk mendapat pinjaman modal gitu ya, untuk usaha, untuk mengembangkan usaha,” imbuhnya.


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA