Bisnis E-commerce Meningkat Tajam 3 Tahun Terakhir

Kategori Ekonomi, January 17, 2018, Dilihat sebanyak 116 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Indonesia sebagai negara dengan populasi pengguna internet diatas 100 juta jiwa, menjadi peluang bagi pengembang bisnis e-commerce. Hal itu terbukti, karena dalam 3 tahun terakhir pertumbuhan perdagangan elektronik menunjukkan tren positif.

Head of Business Development Ralali.com, Meiriana kepada wartawan disela-sela Ralali Biztalk Bali #1 di Mangupura, Selasa (16/1/2017) menyebut kecenderungan bisnis e-commerce selalu meningkat sejak tahun 2015. Tahun 2017 pertumbuhan perdagangan elektronik disebut menyentuh angka 700% atau 7 kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Nah dari growth tujuh kali lipat itu, di tahun 2018 kita hanya mengestimasikan dari tujuh kali lipat itu kenaikannya dua kali lipat. Ya 200 persen, dan itu angkanya sudah mencapai nilai triliunan. Estimate kita pertahun, 2018," katanya.

Pertumbuhan diperkirakan terjadi diseluruh lini, mulai dari sisi penjual, pemilik akun aktif, hinggatraffic. Sejauh ini traffic pertahun mencapai 5 juta kunjungan.

"Kalau untuk jumlah sellers saat ini akuratnya itu ada diangka tujuh ribuan, dan itu setiap harinya terus berjalan, kemudian kalau jumlah buyerskita itu sudah mencapai 30 ribu lebih. Trafficyang login yang masuk ke site Ralali sampai dengan saat ini sudah mencapai diatas lima juta," ujarnya.

Meiriana lebih lanjut mengatakan, pertumbuhan itu merata diseluruh wilayah di Tanah Air. Tidak sebatas diwilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), transaksi e-commerce juga sudah merambah semua daerah seperti Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

"Untuk demografinya, secara konsumsinya mereka itu berbeda-beda. Untuk daerah Sumatera, karena kita tahu mungkin disana juga kondisi listrik dan lainnya itu sering padam dan lainnya, kita untuk transaksi genset itu lebih banyak di Sumatera. Itu sama juga terjadi dengan Kalimantan," ungkapnya.

"Kalau untuk yang di Jakarta, dan Jabodetabek, Bandung, dan lainnya mayoritas untuk di sembako. Beda daerah beda kebutuhannya. Karena kita tidak bisa ambil secara umum, meskipun ada beberapa produk yang secara umum mereka butuhkan, tetapi ada beberapa produk yang memang secara spesifik. Karena memang kita tujuannya adalah untuk bisnis," tutupnya


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA