Asosiasi Spa Bali Bentengi Diri Hadapi Persaingan MEA 2015

Kategori Ekonomi, April 24, 2014, Dilihat sebanyak 136 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Tidak hanya pemerintah yang ketar ketir dalam menghadapi persaingan bebas dengan negara anggota ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (asosiasi spa  juga jauh-jauh hari membentengi diri dalam menghadapi persaingan bebas ini MEA) 2015 mendatang. Namun dari pengusaha bahkan asosiasi spa  juga jauh-jauh hari membentengi diri dalam menghadapi persaingan bebas ini. Seperti yang diakui Presiden Bali Spa Wellness and Association (BSWA) Alexandra Sutopo.

" Dari BSWA membantu seluruh spa operator dan juga para konsultan untuk membantu mereka meningkatkan kualitas terapisnya terutama dan juga spa manajernya. Jadi memberikan mereka pengarahan-pengarahan dan juga bantuan yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk standarisasi dan kompetensi, " ungkapnya disela-sela pelantikan pengurus BSWA periode 2014 di Bali Tourism Board, Denpasar

Ditanya terkait berapa jumlah therapis yang telah tersertifikasi, pihaknya mengatakan jumlahnya cukup sedikit. Namun upaya untuk meningkatkan jumlah therapis mengikuti sertifikasi kompetensi akan terus digenjot. Hal itu dilakukan dengan memberikan imbauan-imbauan setiap ada pertemuan dengan anggota BSWA. " Kami tetap mensuport mereka dengan memberikan penyuluhan terkait standarisasi spa, therapis dan spa manajernya juga gedungnya, " ujar wanita yang akrab disapa Lala ini.

Menurutnya berdasarkan estimasi hanya 10 persen hingga 15 persen yang telah mengikuti standarisasi kompetensi spa. Pihaknya meyakini awal 2015 standarisasi spa dimiliki seluruh anggota BSWA. Sebab, awal tahun 2015 nanti akan diadakan program besar-besaran dengan memberikan standarisasi kompetensi pada semua anggota BSWA yang berjumlah 5.000 orang secara bersamaan oleh pemerintah.

" Kita tidak bosan-bosannya memberikan pengarahan pada mereka sehingga diawal tahun 2015 mereka siap mengikuti standarisasi dari pemerintah. Kalau ketakutan menghadapi MEA sih tidak ada cuma kita harus waspada dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Karena saat ini peminat spa sebagian besar wisatawan Asia, " tutupnya


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA