3.082 Penerima PKH di Denpasar Cairkan Bansos Tahap Ketiga

Kategori Ekonomi, September 08, 2017, Dilihat sebanyak 90 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Harry Hikmat menjelaskan PKH merupakan program prioritas nasional yang menjadi back bone pengentasan kemiskinan di Indonesia. Namun untuk bisa lebih mengefektifkan penangangan masalah kemiskinan maka seluruh bansos akan disinergikan dengan PKH.

“Dengan sinergitas ini maka strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan diharapkan semakin efektif dan tepat sasaran,” tegas Harry.

Sebanyak 3.082 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di kota Denpasar menerima pencairan bansos tahap ketiga sebesar Rp500.000 dari total bansos PKH per tahun Rp1.890.000.

"Total bansos PKH untuk kota denpasar sebesar 5,82 miliar rupiah lebih pada tahun 2017 sebesar yang dicairkan bertahap pada Februari, Mei, Agustus, dan terakhir nanti pada bulan November" katanya dihadapan 350 KPM dari desa Penateh dalam penyaluran bansos yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Penateh, Denpasar, Bali hari ini.

Dalam arahannya, Harry menekankan kepada KPM agar bansos PKH dipergunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak dan menambah asupan gizi. Ia pun berharap inovasi penyaluran melalui sistem perbankan ini diharapkan semakin memudahkan dan nyaman bagi KPM.

"Sekarang ambil bansos bisa diukur sendiri sesuai kebutuhan. Ambil secukupnya, sisanya simpan di tabungan. Uangnya aman karena ditabung di bank, tidak usah khawatir uangnya hilang. Pemerintah yang menjamin ya ibu-ibu," tutur Harry.

PKH adalah program bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin/tidak mampu dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Keluarga Penerima Manfaat mempunyai kewajiban menyekolahkan anaknya sesuai jenjang pendidikan dan memeriksakan kesehatan bagi Ibu Hamil/Nifas, Lansia dan Penyandang Disabilitas Berat. Jumlah bantuan per tahun sebesar Rp1.890.000 dan dicairkan dalam empat tahap.

Penyaluran bantuan sosial PKH dilakukan secara non tunai dengan menggunakan kartu kombo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dikeluarkan oleh Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yakni BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri.

KKS merupakan kartu debet yang berfungsi menyimpan bantuan sosial PKH sebagai tabungan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam e-wallet. KKS juga disiapkan untuk menyimpan bantuan sosial/subsidi lainnya seperti LPG 3 Kg dan Listrik.

Jumlah penerima PKH di Propinsi Bali adalah sebanyak 48.052 KPM dengan anggaran Rp90,8 miliar. Sementara jumlah bansos yang dikucurkan di propinsi Bali secara keseluruhan Rp 283,8 Miliar rupiah dengan rincian, Bantuan PKH Rp 90,8 miliar rupiah, bantuan untuk lansia Rp 2,16 miliar rupiah, untuk disabilitas Rp 2,4 miliar rupiah, untuk beras sejahtera Rp 188,5 miliar rupiah.

"Realisasi Tahap ketiga di kota denpasar sudah 100 persen," tutup Harry.


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA