1 Oktober 2017 Tol Bali Mandara Pembayaran Dengan Unik

Kategori Ekonomi, August 30, 2017, Dilihat sebanyak 86 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Pemerintah akan secara efektif memberlakukan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) pada tanggal 31 Oktober 2017. Jalan tol menjadi salah satu objek yang kedepannya tidak lagi melayani transaksi secara tunai.

 Direktur Utama PT. Jasamarga Bali Tol (JBT), Akhmad Tito Karim kepada wartawan di Denpasar Selasa (29/8/2017) mengaku, pihaknya berinisiatif untuk mendahului penerapan transaksi menggunakan uang elektronik. Menurutnya Tol Bali Mandara akan memberlakukan pembayaran dengan uang elektronik (unik) mulai 1 Oktober 2017. Jadi dipastikan, calon pengguna tol pertama di Bali itu akan dipaksa putar balik jika tidak membawa unik.

 “Jadi pada saat nanti tanggal 1 Oktober 2017, kita akan bersama-sama dengan empat bank ini akan jualan digerbang tol. Jadi bagi yang belum punya kita harap bisa beli, dan kita harapkan bank memberi diskon nanti, untuk pengganti pencetakan kartunya. Nah sehingga kita harapkan tidak ada lagi kendaraan yang kita putar balik, semua siap dan bagi yang nggak siap mungkin dari lokasi jalan tol ya mungkin jangan masuk lokasi jalan tol,” katanya.

 Tito Karim tak khawatir pemberlakukan transaksi menggunakan unik akan mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di tol Bali Mandara. Justru pihaknya yakin metode pembayaran itu akan mengatrol kuantitas baik untuk kendaraan roda empat maupun dua.

 “Ya justru kita harapkan ada peningkatan. Dengan adanya penggunaan uang elektronik, contoh gini, bagi kendaraan-kendaraan travel, bagi kendaraan-kendaraan taksi, ini pengusahanya akan makin terbantukan untuk mengontrol gerakan kendaraannya. Sehingga kita harapkan ada peningkatan,” ucapnya.

 Sejauh ini pengguna jalan tol Bali Mandara sebanyak 69.000 kendaraan perhari, dengan estimasi 19% pengendara bertransaksi menggunakan unik. Dari angka itu 24.000 merupakan roda dua dengan intensitas penggunaan unik sebesar 10%. Sedangkan mobil mencapai 20% dari total 45.000 unit kendaraan roda empat perhari. Pihaknya berharap menjelang penerapan transaksi non-tunai, 75% pengguna tol Bali Mandara beralih dari pembayaran tunai ke penggunaan unik (uang elektronik).

Disinggung sosialisasi bagi wisatawan mancanegara khususnya bagpacker, Tito Karim mengaku akan melakukan pertemuan dengan sejumlah stakeholder terkait, salah satunya agen perjalanan wisata. Langkah itu diyakini mampu memberikan edukasi bagi calon wisatawan, untuk melakukan transaksi non-tunai setiap kali hendak melintas di tol Bali Mandara


Sumber:

Like & Share berita ini

loading...

Tulis komentar anda.


You can use the following HTML tags: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>


CAPTCHA Image
Reload Image


KOMENTAR
HEADLINES POPULER BISNIS BALI


POST ekonomi LAINNYA