Kabardewata.com

Berita Utama

BVA : Standarisasi Usaha Villa Belum Ada

Kategori Berita Utama, May 16, 2014, Dilihat sebanyak 133 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Hingga kini standarisasi usaha villa belum ada, namun Ketua Asosiasi Villa Bali (AVB), Mangku Wayan Sutedja mengaku sudah mengajukan standarisasi usaha villa ke Menparekraf. Tujuan dari adanya standarisasi usaha villa yaitu menjelang adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), selain itu juga menertibkan usaha villa.   Adapun standarisasi villa Wayan Sutedja mengaku ada tiga klasifiskasi, yaitu silver, gold, dan diamond. 

 

Wayan Suteja menjelaskan, dalam klasifikasi Silver yaitu hanya memiliki villa satu unit 1 dengan fasilitas yang sangat  minimum yaitu memiliki satu kamar tidur, satu kamar mandi, memiliki kebun. Sementara  dari segi pelayanan  belum seperti hotel berbintang boleh disebut vlla. Contohnya di puncak tidak ada dapur, tidak ada kolam renang.

 

Sedangkan untuk klasifikasi Gold sudah memiliki standarisasi lebih dari silver yaitu sudah ada dapurnya, sudah ada kolam renangnya, memiliki ruang pengelola, dan pelayanananya sudah mendekati hotel berbintang. 

 

Dan untuk level Diamond jumlah unitnya 16 keatas dan memiliki fasilitias memiliki kolam renang disetiap villa. Memiliki public pool, ada restoran, fasilitas lobi, dari sisi fasilitas di dalam sudah seperti hotel berbintang lima. 

Kami berharap klasifikasi atau standarisasi usaha villa pada Juni mendatang ini sudah dilaunching,”ungkapnya saat ditemui diacara ulang tahun Asosiasi Villa Bali di Art Center, Denpasar.

 

Adanya standarisasi usaha vila sangat penting, apalagi tahun 2015 sudah dekat. Untuk menjunjukkan kepada pasar dunia yaitu Masyarakat Ekonomi Asean maka usaha villa harus memiliki standarisasi usaha villa. 

 

Wayan Suteja menjelaskan, saat ini trend hunian di villa mengalami kenaikan, walaupun hotel masih menjadi tempat digandrungi oleh para wisatawan, tetapi khusus wisatawan couple, honeymoon di Bali sudah banyak yang menggunkan villa sebagai tempat tinggal di Bali. 

Diakui oleh Wayan Suteja, bahwa tingkat hunian kamar mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Bulan Februari hingga April jumlah wisatawan mengalami peningkatan sekitar 11,7 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama. Tapi tingkat hunian kamar tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung mengalami penurunan,”jelasnya. 

 

Artinya akomodasi di Bali semakin bertambah, sehingga angkanya pun harus dibagi-bagi. Pada tahun 2013 lalu akupansi vila sekitar 70 persen, namun kini hanya 40 hingga 60 persen. “Jumlah anggota kami sekitar 128 member, untuk ulang tahun ini semoga villa semakin eksis saja,”ucapnya.

 

Sumber: Kabardewata.com

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image