Kabardewata.com

Berita Utama

Bali Targetkan PAD Rp 3,35 Triliun

Kategori Berita Utama, January 02, 2016, Dilihat sebanyak 140 kali, Post oleh Admin Kabardewata


Target pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Bali ditargetkan menembus angkat Rp 3,35 triliun, Jumat (1/1/2016). Kepala Dispenda Bali, I Made Santha mengatakan angka tersebut jauh meningkat dari target PAD Provinsi Bali di tahun 2015 sebesar Rp 2,988 triliun.

"PAD Induk tahun 2016 sebesar Rp 3.350 milyar (Rp 3,35 triliun). Kalau di APBD Perubahan 2015 PAD Bali sebesar Rp 2,988 triliun." ujar I Made Santha di Denpasar, Bali.

Untuk menentukan target PAD Bali dikatakannya secara teori biasanya diasumsikan 7-8 persen kenaikan dari target ke target. Tetapi hal ini berlaku sedikit berbeda di Provinsi Bali.

"Dari teori sebenarnya kenaikannya dari target ke target tetapi kami di Dispenda kan dari realisasi ke target." tegasnya.

Iapun mengatakan kalau melihat data lima tahun terkhir dengan asumsi normal kenaikan maksimal dari PAD biasanya berkisar antara 7-8 persen dari PAD sebelumnya.

"Kalau saya melihat, data lima tahun dengan asumsi ekonomi normal, maksimal 7-8% dari pendapatan tahun lalu. Ini kan kalau dari realisasi tahun 2015 saja ke target sudah lebih dari 8 persen target PAD 2016, apalagi situasi ekonomi belum terlihat membaik tahun 2016." ujarnya.

Ia mengatakan akibat dari lemahnya perekonomian Indonesia berdampak pada pendapatan daerah yang juga turun menurun disisi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang hanya mencapai 87 persen.

"Karena ekonomi melemah maka sedikit yang membeli mobil, padahal pajak dari Provinsi Bali sebagian besar dari BBNKB." ujarnya.

Adapun sampai tanggal 29 Desember 2015, realisasi PAD ProvinsiBali mencapai Rp 3,033 triliun (101,53%) dari target PAD dalam APBD P 2015 sebesar Rp 2,988 triliun.

Relisasi ini dari Pajak daerah yang ditargetkan Rp 2.666 trilun dan hanya tercapai Rp 2.536. Ini hanya 95,2 persen karena BBNKB hanya mencapai 87 persen. Sedangkan pendongkrak lainnya berasal dari Retribusi daerah yang mencapai 123, 46 persen.

Hasil pengelolaan Perusahaan daerah dan kekayaan yang dipisahkan yang mencapai 100,11 persen  dan Pendapatan lain-lain daerah yang sah yang mencapai 196,71 persen.(*)


Sumber: tribunnews

Like & Share berita ini

loading...

Bagikan pendapat Anda pada artikel ini.


Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>



CAPTCHA Image
Reload Image